Mana yang Diurus Dulu? Urutan Persiapan Keberangkatan Umrah
Pertanyaan ini biasanya muncul begitu tanggal keberangkatan sudah mendekat: paspor dulu, visa dulu, atau vaksin dulu? Jawaban praktisnya, urutan yang paling efisien adalah memastikan paspor siap lebih dulu, karena inilah proses yang paling berpotensi memakan waktu jika ada masalah nama atau masa berlaku. Setelah paspor aman, baru mendaftar resmi ke penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) berizin untuk proses visa, menjadwalkan vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan, lalu menutup persiapan dengan menyiapkan koper dan melatih fisik menjelang hari keberangkatan.
Kenapa Urutan Ini Perlu Diperhatikan
Dokumen, vaksin, koper, dan fisik sering dianggap bisa diurus kapan saja asal selesai sebelum berangkat. Padahal beberapa di antaranya punya ketergantungan: visa tidak bisa diajukan tanpa paspor yang valid, dan beberapa syarat kesehatan punya jendela waktu tertentu agar efektif. Mengurus semuanya di waktu yang sama, apalagi mendekati hari keberangkatan, berisiko membuat salah satu tahap terlewat atau terburu-buru.
Langkah 1: Pastikan Paspor Lebih Dulu
Berdasarkan ketentuan keimigrasian, paspor untuk jemaah haji dan umrah harus memiliki masa berlaku paling sedikit 6 bulan sejak tanggal keberangkatan. Nama yang tercantum di paspor juga disyaratkan minimal 3 kata; jika nama hanya terdiri dari satu atau dua kata, perlu dilakukan addendum dengan menambahkan nama ayah dan/atau kakek di kantor imigrasi.
Dua hal ini yang membuat paspor sebaiknya dicek paling awal. Proses pembuatan paspor baru atau addendum nama bisa memakan waktu beberapa minggu, apalagi jika ada antrean di kantor imigrasi. Periksa juga kondisi fisik paspor; halaman yang robek atau rusak bisa menjadi alasan penolakan saat verifikasi.
- Masa berlaku paspor minimal 6 bulan sejak tanggal keberangkatan.
- Nama di paspor minimal 3 kata, atau lakukan addendum jika kurang.
- Pastikan buku paspor tidak rusak dan halaman identitas masih jelas terbaca.
- Jika memakai paspor lama, cek ulang apakah pernah dipakai untuk haji/umrah sebelumnya karena ini bisa memengaruhi proses visa.
Langkah 2: Daftar ke PPIU Berizin untuk Proses Visa
Setelah paspor siap, langkah berikutnya adalah mendaftar ke penyelenggara perjalanan ibadah umrah yang berizin resmi. Hanya PPIU resmi yang memiliki akses ke sistem visa dan layanan Nusuk milik otoritas Arab Saudi, sehingga pengajuan visa tidak bisa dilakukan sendiri di luar jalur ini. Sejak Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia resmi dibentuk pada September 2025, fungsi pengawasan PPIU dan penyelenggaraan ibadah umrah yang sebelumnya tersebar di beberapa unit kini dikonsolidasikan di bawah kementerian ini.
Di tahap ini, Arfa Tours sebagai PPIU berizin (PT SBBA, izin PPIU 29122200379750004) membantu jemaah mengurus data visa, memverifikasi kecocokan data paspor, dan menjadwalkan proses lain yang menyertainya. Pastikan data yang diserahkan — nama, nomor paspor, status pernikahan untuk pasangan yang berangkat bersama — sudah sama persis dengan dokumen asli agar tidak perlu revisi di tengah proses.
Langkah 3: Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan
Status kewajiban vaksin meningitis meningokokus untuk jemaah umrah pernah berubah beberapa kali. Pada November 2022, Kementerian Kesehatan RI melalui Surat Edaran Nomor HK.02.02/C.I/9325/2022 menyatakan vaksin meningitis tidak lagi wajib bagi jemaah umrah, menyusul pelonggaran dari pemerintah Arab Saudi — meski tetap direkomendasikan bagi jemaah dengan komorbid, dan tetap wajib untuk jemaah haji. Namun sejumlah pemberitaan pada akhir 2025 menyebutkan adanya penegasan kembali kewajiban ini melalui surat edaran baru. Karena riwayat kebijakan ini pernah berubah, langkah paling aman adalah mengonfirmasi status terkininya langsung ke PPIU atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) saat kamu mendaftar, bukan berpatokan pada informasi lama.
Terlepas dari status wajib atau tidaknya, beberapa hal berikut tetap relevan untuk disiapkan:
| Hal yang perlu disiapkan | Catatan praktis |
|---|---|
| Waktu vaksinasi | Idealnya 10-14 hari sebelum keberangkatan agar tubuh sempat membentuk antibodi |
| Lokasi | Kantor Kesehatan Pelabuhan, klinik vaksinasi internasional, atau rumah sakit yang berwenang menerbitkan sertifikat |
| Sertifikat | Electronic International Certificate of Vaccination (e-ICV), bisa diakses lewat aplikasi Satu Sehat Mobile |
| Masa berlaku vaksin ACWY | Sekitar 5 tahun untuk jenis konjugat, sehingga jemaah yang baru divaksin dalam rentang itu umumnya tidak perlu vaksin ulang |
Selain vaksin, lakukan pemeriksaan kesehatan umum yang mencakup tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi jantung — terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung. Bawa salinan resep obat rutin dan catatan riwayat kesehatan jika memungkinkan.
Langkah 4: Menyiapkan Koper Sesuai Aturan Bagasi
Begitu visa dan syarat kesehatan beres, giliran menyiapkan koper. Sejumlah barang dilarang masuk, baik di bagasi maupun tas kabin, karena alasan keselamatan penerbangan:
- Benda tajam seperti pisau, gunting, cutter, silet, dan peniti berukuran besar.
- Cairan dengan volume lebih dari 100 ml di tas kabin.
- Produk hewani mentah seperti daging segar, keju, dan susu segar.
- Rokok elektronik (vape) dan bahan yang mudah terbakar atau korosif.
- Air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper — baik bagasi maupun kabin — karena risiko kebocoran bisa mengganggu sensor pesawat di ruang kargo.
- Power bank di bawah 20.000 mAh masih diperbolehkan, tetapi wajib dibawa di tas kabin, bukan bagasi.
Untuk oleh-oleh, barang kering dan tidak termasuk kategori berbahaya umumnya aman dimasukkan ke koper bagasi: kurma, kacang-kacangan, biskuit kemasan, tasbih, sajadah, peci, mukena, serta parfum non-alkohol sesuai ketentuan penerbangan.
Langkah 5: Melatih Fisik Menjelang Keberangkatan
Tawaf mengharuskan jemaah berjalan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, dan sa'i dilakukan dengan berjalan cepat bolak-balik di antara Shafa dan Marwah. Secara keseluruhan, jemaah umrah rata-rata berjalan sekitar 7-10 kilometer per hari selama berada di Tanah Suci. Karena itu, latihan fisik sebaiknya menjadi tahap terakhir yang dijaga konsistensinya hingga mendekati hari keberangkatan, bukan sesuatu yang dadakan di minggu terakhir.
| Minggu persiapan | Target latihan |
|---|---|
| 6-8 minggu sebelum berangkat | Jalan kaki 20-30 menit, 3-4 kali seminggu |
| Pertengahan masa persiapan | Tingkatkan menjadi 40-45 menit, 4-5 kali seminggu |
| Mendekati keberangkatan | Jalan kaki 5-7 km per sesi, sertakan latihan memakai pakaian ibadah agar tubuh terbiasa |
Jika belum terbiasa berolahraga, mulai saja dari durasi singkat dan tambah bertahap. Konsistensi lebih penting daripada intensitas tinggi dalam waktu singkat.
Dokumen yang Dibawa ke Bandara pada Hari Keberangkatan
Setelah semua tahap di atas selesai, siapkan satu map atau tas kecil berisi dokumen yang perlu diakses cepat di bandara:
- Paspor asli dan salinannya.
- Bukti visa atau QR code dari sistem Nusuk.
- Sertifikat e-ICV, baik versi cetak maupun yang tersimpan di aplikasi Satu Sehat Mobile.
- Tiket dan itinerary dari PPIU.
- KTP dan kartu keluarga sebagai cadangan identitas.
- Obat pribadi beserta salinan resep dokter, jika mengonsumsi obat rutin.
Menyimpan dokumen ini dalam satu tempat yang mudah dijangkau membantu proses check-in dan pemeriksaan di bandara berjalan lebih tenang, terutama bagi jemaah lanjut usia yang berangkat berombongan.
Menutup Persiapan dengan Tenang
Mengurus paspor, visa, vaksin, koper, dan fisik dengan urutan yang jelas membantu persiapan terasa lebih terkendali dan mengurangi risiko ada tahap yang terlewat mendekati hari keberangkatan. Jika ada bagian yang masih membingungkan, terutama soal status vaksin atau syarat visa yang sewaktu-waktu bisa berubah, jemaah dapat berkoordinasi langsung dengan PPIU tempat mendaftar — termasuk tim Arfa Tours — untuk memastikan informasi yang dipegang adalah yang paling terbaru sebelum hari keberangkatan tiba.
Pertanyaan yang sering diajukan
Yang harus diurus dulu paspor atau visa umrah?
Paspor harus diurus lebih dulu karena ini syarat dasar sebelum visa bisa diajukan. Jika paspor baru dibuat atau perlu addendum nama, prosesnya bisa memakan waktu beberapa minggu, sehingga sebaiknya diselesaikan sebelum mendaftar ke PPIU untuk proses visa.
Berapa lama paspor harus berlaku untuk umrah?
Berdasarkan ketentuan keimigrasian, paspor minimal harus berlaku 6 bulan sejak tanggal keberangkatan. Nama di paspor juga perlu terdiri dari minimal 3 kata; jika kurang, perlu penambahan nama orang tua melalui addendum di kantor imigrasi.
Apakah vaksin meningitis wajib untuk umrah?
Status kewajibannya pernah berubah: sempat dilonggarkan pada 2022, lalu menurut sejumlah pemberitaan ditegaskan kembali sebagai syarat visa pada akhir 2025. Karena aturan ini pernah berubah, konfirmasikan status terkininya ke PPIU atau Kantor Kesehatan Pelabuhan saat mendaftar.
Apa saja barang yang dilarang masuk koper umrah?
Barang tajam, cairan di atas 100 ml, produk hewani mentah seperti daging dan keju segar, rokok elektronik, serta air zamzam tidak boleh dimasukkan ke koper bagasi maupun kabin. Power bank di bawah 20.000 mAh hanya boleh dibawa di tas kabin, bukan bagasi.
Berapa lama sebaiknya latihan fisik sebelum umrah?
Idealnya latihan jalan kaki dimulai 6-8 minggu sebelum keberangkatan, bertahap dari 20-30 menit menjadi 40-45 menit per sesi, 3-4 kali seminggu. Ini membantu tubuh terbiasa karena jemaah umumnya berjalan 7-10 km per hari selama umrah.
Sumber
- Persyaratan Umroh 2026: Dokumen, Vaksinasi, dan Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib Dipenuhi - ANTARA News
- Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Umroh Tahun 2026 - Liputan6
- Kemenkes: Jemaah Umroh Tidak Wajib Vaksin Meningitis - Kemkes.go.id
- Paspor Bagi Jamaah Calon Haji - Imigrasi Depok
- Daftar Barang yang Dilarang Masuk Koper dan Tas Kabin Jemaah Haji 2026 - Detik
Bacaan lain

Mendampingi Lansia di Tanah Suci: Cuaca, Sinyal, Oleh-Oleh
Panduan praktis bagi jamaah lansia dan pendamping: mengatur jadwal ibadah saat cuaca panas, menjaga komunikasi dengan eSIM, dan memahami aturan oleh-oleh di bagasi.

Gua Hira dan Gua Tsur: Dua Situs Sejarah di Makkah
Gua Hira dan Gua Tsur adalah dua situs bersejarah di Makkah yang terkait wahyu pertama dan hijrah Nabi Muhammad, kerap diziarahi jamaah umrah dan haji.

Menabung Sesuai Musim: Merencanakan Dana Umrah dari Nol
Panduan praktis mengenali komponen biaya umrah, menyusun target menabung bulanan, dan memahami musim yang biasanya lebih hemat untuk berangkat.
