Arfa Tours Daftar Umrah

Umrah dan Haji: Beda Rukun, Waktu, serta Tata Cara

· Panduan ibadah umrah (tata cara, doa, rukun, larangan ihram)
Jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, pada musim haji.
Foto: Adli Wahid — CC BY-SA 4.0 · sumber

Banyak jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci bertanya, apa sebenarnya beda umrah dan haji selain soal waktu. Secara ringkas, haji hukumnya wajib bagi muslim yang mampu dan hanya bisa dilakukan pada tanggal tertentu di bulan Zulhijah, sementara umrah hukumnya diperdebatkan ulama antara sunnah muakkadah dan wajib sekali seumur hidup, serta bisa dikerjakan kapan saja sepanjang tahun. Perbedaan lain ada pada rukun, wajib, durasi, dan rangkaian tempat yang dikunjungi. Artikel ini merangkum perbedaan tersebut secara sistematis agar jamaah tidak keliru menyamakan kedua ibadah ini saat mempersiapkan perjalanan.

Pengertian Umrah dan Haji Secara Singkat

Secara bahasa, haji berarti berziarah atau menyengaja mengunjungi suatu tempat, sedangkan umrah berarti berkunjung atau meramaikan. Dalam istilah syariat, haji adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah tertentu pada waktu tertentu, termasuk wukuf di Arafah, sementara umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan tawaf dan sa'i tanpa keharusan wukuf di Arafah. Karena tidak ada wukuf, umrah sering disebut sebagai haji kecil, meski keduanya tetap merupakan ibadah yang berbeda secara hukum dan rangkaian pelaksanaannya.

Kedua ibadah ini sama-sama dilakukan di sekitar Masjidil Haram, Makkah, dan keduanya diawali dengan niat ihram dari miqat. Perbedaan baru terlihat jelas begitu jamaah selesai berihram dan melanjutkan rangkaian ibadah masing-masing.

Perbedaan Hukum: Wajib dan Sunnah

Haji termasuk salah satu dari lima rukun Islam, sehingga hukumnya wajib bagi setiap muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan, serta cukup dilaksanakan sekali seumur hidup. Kewajiban ini berlaku selama hidupnya, dan pelaksanaannya bisa diulang sebagai amalan sunnah setelah kewajiban pertama terpenuhi.

Hukum umrah berbeda. Mazhab Hanafi dan Maliki memandang umrah sebagai sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan namun tidak sampai wajib. Sebaliknya, mazhab Syafii dan Hanbali berpendapat umrah wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu, sama seperti haji. Karena ada perbedaan pendapat ini, banyak jamaah memilih untuk tetap melaksanakan umrah sebagai bentuk kehati-hatian, di luar niat untuk memperbanyak ibadah ke Tanah Suci.

Perbedaan Rukun Haji dan Rukun Umrah

Rukun adalah bagian ibadah yang wajib dilaksanakan dan tidak bisa diganti dengan dam atau denda apa pun. Jika satu rukun tertinggal, ibadah haji atau umrah dianggap tidak sah. Perbedaan jumlah rukun antara haji dan umrah terletak pada keberadaan wukuf di Arafah, yang hanya ada pada ibadah haji.

Rukun HajiRukun Umrah
Ihram dengan niatIhram dengan niat
Wukuf di Arafah (9 Zulhijah)— (tidak ada)
Tawaf ifadahTawaf
Sa'i antara Safa dan MarwahSa'i antara Safa dan Marwah
Tahallul (mencukur rambut)Tahallul (mencukur rambut)
Tertib pelaksanaanTertib pelaksanaan

Sebagian sumber menghitung tertib sebagai bagian dari rukun secara tersendiri sehingga jumlahnya disebut lima atau enam, sementara sumber lain menggabungkannya sebagai syarat sah sehingga jumlahnya disebut empat untuk umrah dan lima untuk haji. Perbedaan cara menghitung ini tidak mengubah isi rukunnya, hanya cara pengelompokannya. Yang perlu diingat jamaah, wukuf di Arafah adalah pembeda utama yang tidak ada dalam umrah.

Niat dan Pakaian Ihram: Praktik yang Hampir Sama

Baik haji maupun umrah dimulai dengan niat ihram di miqat yang telah ditentukan, baik miqat tempat maupun miqat waktu untuk haji. Jamaah laki-laki mengenakan kain ihram tanpa jahitan, sedangkan jamaah perempuan mengenakan pakaian yang menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan. Lafal niat yang diucapkan berbeda sesuai jenis ibadahnya, yaitu niat umrah untuk ibadah umrah dan niat haji untuk ibadah haji, atau niat gabungan apabila jamaah mengambil jenis haji tamattu, qiran, atau ifrad yang memadukan umrah dan haji dalam satu perjalanan.

Perbedaan baru muncul setelah niat diucapkan. Jamaah umrah akan langsung menuju Masjidil Haram untuk tawaf dan sa'i, sementara jamaah haji akan menahan diri dalam keadaan ihram lebih lama sambil menunggu waktu wukuf di Arafah tiba.

Perbedaan Wajib Haji dan Wajib Umrah

Berbeda dengan rukun, wajib haji dan wajib umrah masih bisa digantikan dengan membayar dam apabila tertinggal, meski ibadahnya tetap sah.

  • Wajib Haji: berihram dari miqat yang telah ditentukan, mabit atau bermalam di Muzdalifah, mabit di Mina pada hari-hari tasyrik, melempar jumrah, dan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Makkah.
  • Wajib Umrah: berihram dari miqat yang telah ditentukan dan menjauhi seluruh larangan ihram selama masih dalam keadaan berihram.

Jamaah yang melanggar salah satu larangan ihram, baik sengaja maupun tidak, umumnya dikenai dam sesuai jenis pelanggarannya.

Dam dan Konsekuensi Jika Ada yang Terlewat

Dam adalah denda berupa penyembelihan hewan atau bentuk kompensasi lain yang dikenakan apabila jamaah meninggalkan salah satu wajib haji atau wajib umrah, atau melanggar larangan ihram. Dam tidak berlaku untuk rukun, karena rukun yang tertinggal membuat ibadah tidak sah dan harus diulang, bukan sekadar ditebus dengan dam.

Pada ibadah haji, dam lebih sering dibahas karena jumlah wajibnya lebih banyak, misalnya ketika jamaah tidak mabit di Mina atau tidak melempar jumrah sesuai jadwal. Pada ibadah umrah, dam umumnya berkaitan dengan pelanggaran larangan ihram, seperti memotong rambut sebelum tahallul atau memakai wewangian saat masih berihram. Ketentuan jenis dam berbeda-beda tergantung jenis pelanggarannya, sehingga jamaah yang ragu sebaiknya menanyakan langsung kepada pembimbing ibadah yang mendampingi selama perjalanan.

Perbedaan Waktu dan Durasi Pelaksanaan

Haji hanya bisa dilaksanakan pada bulan-bulan haji, dengan puncak pelaksanaan di tanggal 8 hingga 13 Zulhijah dan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah. Di luar rentang waktu ini, ibadah haji tidak bisa dilakukan, sehingga jamaah harus menunggu tahun berikutnya jika terlewat. Rangkaian ibadah haji juga berlangsung beberapa hari karena melibatkan perpindahan antara Makkah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Umrah tidak memiliki keterikatan waktu seperti itu. Jamaah bisa melaksanakan umrah pada bulan apa pun sepanjang tahun, kecuali pada periode menjelang dan selama musim haji ketika operasional umrah biasanya dihentikan sementara untuk memberi ruang bagi persiapan jamaah haji. Dari sisi durasi, rangkaian ibadah umrah jauh lebih singkat dan bisa diselesaikan hanya dalam beberapa jam setelah tawaf dan sa'i, karena tidak ada tahapan wukuf, mabit, maupun lempar jumrah.

Perbedaan Tempat dan Rangkaian Ibadah

Ibadah umrah hanya berlangsung di sekitar Masjidil Haram, yakni tempat tawaf dan sa'i. Ibadah haji melibatkan area yang lebih luas, yaitu Masjidil Haram untuk tawaf dan sa'i, Arafah untuk wukuf, Muzdalifah untuk mabit, serta Mina untuk mabit dan melempar jumrah. Karena rangkaian tempatnya lebih kompleks, persiapan fisik untuk haji umumnya perlu lebih matang dibandingkan umrah, mengingat jamaah akan berpindah tempat dan beraktivitas di ruang terbuka dalam waktu yang lebih lama.

Larangan Ihram Berlaku Sama untuk Haji dan Umrah

Satu hal yang sama antara kedua ibadah ini adalah larangan ihram. Begitu niat ihram diucapkan, baik untuk haji maupun umrah, jamaah terikat pada larangan yang sama, misalnya tidak memakai pakaian berjahit dan menutup kepala bagi laki-laki, tidak memakai wewangian, tidak memotong rambut atau kuku, tidak berburu, serta tidak melangsungkan akad nikah maupun berhubungan suami istri. Larangan ini berlaku sejak ihram diucapkan hingga tahallul selesai, baik dalam rangkaian umrah yang singkat maupun rangkaian haji yang lebih panjang.

Karena durasi ihram haji lebih lama, risiko melanggar larangan ihram secara tidak sengaja juga lebih besar, sehingga jamaah haji perlu lebih berhati-hati menjaga pakaian dan perilaku selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Jadi, Mana yang Perlu Disiapkan Lebih Dulu

Karena hukumnya wajib dan antreannya panjang, pendaftaran haji biasanya perlu disiapkan jauh lebih awal melalui jalur haji reguler maupun khusus yang berlaku di Indonesia. Sementara itu, umrah bisa menjadi langkah awal yang lebih fleksibel bagi jamaah yang ingin merasakan ibadah di Tanah Suci sambil menunggu giliran haji, atau sebagai ibadah tersendiri yang bisa diulang kapan saja sesuai kemampuan.

Bagi jamaah yang baru merencanakan perjalanan pertama, memahami perbedaan rukun, wajib, dan larangan ihram di atas akan membantu menentukan persiapan fisik, pakaian ihram, dan jadwal yang paling sesuai. Arfa Tours sebagai penyelenggara umrah berizin resmi dapat membantu menjelaskan tahapan ini lebih rinci kepada jamaah sebelum keberangkatan, termasuk membedakan mana rukun yang tidak bisa diganti dan mana wajib yang masih bisa ditebus dengan dam apabila terlewat.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan utama haji dan umroh?

Perbedaan utama haji dan umroh ada pada hukum dan rukunnya. Haji wajib bagi muslim yang mampu dan mencakup wukuf di Arafah, hanya bisa dilakukan pada bulan Zulhijah. Umrah hukumnya diperdebatkan ulama antara sunnah dan wajib sekali seumur hidup, tidak ada wukuf, dan bisa dikerjakan kapan saja sepanjang tahun.

Berapa rukun umroh dan rukun haji?

Rukun umrah umumnya disebut empat, yaitu ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul, dengan tertib pelaksanaan sebagai syarat sah. Rukun haji disebut lima, yaitu ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa'i, dan tahallul. Sebagian sumber menambahkan tertib sebagai rukun tersendiri sehingga jumlahnya bisa disebut lima atau enam.

Bolehkah umroh dilakukan kapan saja?

Boleh. Umrah tidak terikat waktu tertentu dan bisa dilakukan sepanjang tahun, berbeda dengan haji yang hanya bisa dilaksanakan pada bulan Zulhijah. Namun operasional umrah biasanya dihentikan sementara menjelang dan selama musim haji, sehingga jadwal keberangkatan perlu dicek kembali pada periode tersebut.

Apakah umroh bisa menggantikan haji?

Tidak. Umrah dan haji adalah dua ibadah yang berbeda secara hukum maupun rukun, sehingga tidak bisa saling menggantikan. Melaksanakan umrah tidak menggugurkan kewajiban haji bagi muslim yang mampu, karena haji termasuk rukun Islam dengan rukun wukuf di Arafah yang tidak ada dalam rangkaian umrah.

Apa saja larangan ihram yang sama untuk haji dan umroh?

Larangan ihram yang sama untuk haji dan umrah meliputi tidak memakai pakaian berjahit dan penutup kepala bagi laki-laki, tidak memakai wewangian, tidak memotong rambut atau kuku, tidak berburu binatang liar, serta tidak melangsungkan akad nikah maupun berhubungan suami istri selama masih berihram.

Sumber

  1. 10 Perbedaan Haji dan Umrah: Waktu, Rukun hingga Biaya - detikcom
  2. Perbedaan Haji dan Umrah Adalah: Penjelasan Lengkap - BAZNAS
  3. Pahami Perbedaan Haji dan Umroh, Rukun, Hukum dan Waktu - Ruang Menyala

Bacaan lain