Arfa Tours Daftar Umrah

Tata Cara Umrah dari Miqat sampai Tahallul: Doa dan Larangan

· Panduan ibadah umrah (tata cara, doa, rukun, larangan ihram)
Jemaah mengenakan kain ihram putih saat melaksanakan umrah di Masjidil Haram
Foto: Rammaum — CC BY-SA 3.0 · sumber

Tata cara umrah secara ringkas terdiri dari lima langkah berurutan: berihram dan berniat di miqat, tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, sa'i tujuh kali antara Shafa dan Marwah, lalu tahallul dengan memotong rambut. Keempatnya adalah rukun umrah yang harus dikerjakan sesuai urutan, sementara di sepanjang proses itu ada sejumlah larangan ihram yang wajib dihindari agar ibadah tetap sah. Artikel ini merangkum urutannya secara praktis, dilengkapi doa-doa pokok di setiap tahap dan daftar larangan ihram untuk jemaah laki-laki maupun perempuan.

Rukun Umrah: Apa Saja yang Tidak Boleh Dilewatkan

Rukun adalah bagian inti ibadah umrah yang jika ditinggalkan membuat umrah tidak sah dan tidak bisa diganti dengan membayar dam. Secara umum ulama menyebut empat rukun utama, yaitu ihram (niat), tawaf, sa'i, dan tahallul, dengan tertib atau urutan pelaksanaan sebagai penyempurna. Berbeda dengan rukun, ada pula wajib umrah seperti berihram dari miqat yang telah ditentukan — jika terlewat, umrah tetap sah tetapi jemaah dikenai dam.

Memahami batas ini penting supaya jemaah tidak panik berlebihan bila ada bagian sunnah yang terlewat, namun tetap waspada menjaga empat rukun inti agar tidak sampai gugur.

Tata Cara Umrah Langkah demi Langkah

1. Niat dan Ihram di Miqat

Sebelum memasuki miqat, jemaah disunahkan mandi besar, memotong kuku, dan memakai pakaian ihram — kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki, serta pakaian menutup aurat tanpa cadar dan sarung tangan untuk perempuan. Niat umrah diucapkan dalam hati, boleh disertai lafal yang umum diajarkan pembimbing manasik, lalu dilanjutkan membaca talbiyah sebanyak-banyaknya sepanjang perjalanan ke Makkah:

"Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak."
(Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.)

Sejak niat diucapkan, seluruh larangan ihram mulai berlaku dan baru gugur setelah tahallul.

2. Masuk Masjidil Haram dan Tawaf

Begitu tiba di Masjidil Haram, jemaah dianjurkan membaca doa masuk masjid, misalnya "Allahumma iftah li abwaba rahmatik" (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu). Tawaf lalu dilakukan dengan mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad, dalam keadaan suci dari hadas dan menutup aurat. Setiap putaran boleh diisi zikir, selawat, atau doa pribadi — tidak ada bacaan wajib tertentu untuk setiap putaran selain anjuran memperbanyak doa. Setelah tujuh putaran selesai, jemaah melaksanakan sholat sunah dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim bila memungkinkan, kemudian dianjurkan minum air zamzam.

3. Sa'i antara Shafa dan Marwah

Sa'i dilakukan dengan berjalan tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Sebelum memulai, dianjurkan membaca firman Allah dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 158: "Innash-shafa wal marwata min sya'airillah" (Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah). Selama sa'i, jemaah laki-laki dianjurkan berjalan agak cepat (ramal) pada bagian tertentu lintasan, sementara jemaah perempuan berjalan biasa. Tidak ada syarat suci dari hadas kecil untuk sa'i, sehingga jemaah yang berhalangan tetap bisa melanjutkannya.

4. Tahallul: Mengakhiri Ihram

Rukun terakhir adalah tahallul, yaitu memotong rambut sebagai tanda ibadah umrah selesai. Jemaah laki-laki dianjurkan mencukur habis atau minimal memotong sebagian rambut kepala secara merata, sementara jemaah perempuan cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari dari beberapa helai. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram menjadi halal kembali dan jemaah boleh berganti pakaian biasa.

Larangan Ihram yang Wajib Diperhatikan

Larangan ihram berlaku sejak niat diucapkan di miqat hingga tahallul selesai. Sebagian berlaku untuk semua jemaah, sebagian lain khusus untuk laki-laki atau perempuan.

Larangan Umum (Laki-laki & Perempuan)Khusus Laki-lakiKhusus Perempuan
Memakai wewangian pada badan atau pakaian ihramMemakai pakaian berjahit yang mengikuti bentuk tubuhMenutup wajah dengan cadar
Memotong kuku atau mencukur rambut/bulu badanMenutup kepala dengan benda yang menempel langsung, seperti peci atau topiMemakai sarung tangan
Memburu atau membunuh hewan buruan  
Melangsungkan akad nikah  
Bermesraan atau berhubungan suami istri sebelum tahallul  
Bertengkar, berkata kasar, atau berbuat maksiat  

Beberapa hal yang sering dianggap larangan padahal sebenarnya dibolehkan: berteduh di bawah payung atau atap bus selama tidak menempel langsung ke kepala, serta memakai ikat pinggang atau tas kecil untuk menyimpan paspor dan uang. Jika ragu, tanyakan langsung ke pembimbing ibadah rombongan sebelum bertindak.

Apa yang Terjadi Jika Larangan Ihram Dilanggar?

Pelanggaran larangan ihram umumnya dikenai dam, yaitu kewajiban berupa menyembelih hewan, memberi makan fakir miskin, atau berpuasa, tergantung jenis pelanggarannya. Rinciannya berbeda-beda, misalnya antara mencukur rambut sebelum waktunya dan melakukan hubungan suami istri sebelum tahallul — yang terakhir ini dianggap pelanggaran paling berat karena bisa merusak keabsahan umrah itu sendiri. Karena ketentuan dam cukup rinci dan bisa berbeda menurut mazhab yang diikuti pembimbing, jemaah sebaiknya berkonsultasi langsung dengan ustaz pembimbing rombongan begitu menyadari ada larangan yang terlanggar, alih-alih menunda atau mengabaikannya.

Menjaga Kekhusyukan di Setiap Langkah

Di luar hafalan urutan dan doa, umrah pada dasarnya adalah ibadah yang menuntut kesabaran — berdesakan saat tawaf, berjalan jauh saat sa'i, dan cuaca Makkah yang panas adalah hal biasa yang dihadapi hampir semua jemaah. Arfa Tours selalu mengingatkan jemaahnya untuk tidak terburu-buru menghafal seluruh doa di luar kepala; membaca dari buku panduan atau mengikuti pembimbing sambil tetap menjaga kekhusyukan jauh lebih penting daripada hafalan yang sempurna. Yang tidak kalah penting, pastikan kondisi fisik cukup kuat sebelum berangkat, karena rangkaian tawaf dan sa'i menuntut tenaga yang tidak sedikit, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Pelajari juga urutan rukun dan wajib secara lebih mendalam, serta kumpulan doa lengkap di setiap tahap, agar persiapan menjelang keberangkatan lebih matang dan tidak tergesa-gesa di lapangan.

Pertanyaan yang sering diajukan

apa saja rukun umrah yang wajib dilakukan?

Rukun umrah terdiri dari ihram (niat), tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, sa'i tujuh kali antara Shafa dan Marwah, serta tahallul memotong rambut. Keempatnya harus dikerjakan berurutan; jika salah satu ditinggalkan, umrah dianggap tidak sah dan tidak bisa diganti dengan dam.

bagaimana urutan tata cara umrah yang benar?

Urutannya: berihram dan berniat di miqat sambil membaca talbiyah, masuk Masjidil Haram, tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, sholat sunah di dekat Maqam Ibrahim, sa'i tujuh kali antara Shafa-Marwah, lalu tahallul dengan memotong rambut untuk mengakhiri ihram.

apa larangan ihram untuk wanita?

Jemaah perempuan dalam ihram dilarang menutup wajah dengan cadar dan memakai sarung tangan. Larangan umum lain seperti memakai wewangian, memotong kuku, mencukur rambut, dan bermesraan berlaku sama untuk laki-laki maupun perempuan sejak niat hingga tahallul.

apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram?

Pelanggaran larangan ihram umumnya dikenai dam berupa menyembelih hewan, memberi makan fakir miskin, atau berpuasa, tergantung jenis pelanggarannya. Hubungan suami istri sebelum tahallul dianggap pelanggaran paling berat karena bisa merusak keabsahan umrah itu sendiri.

apakah niat umrah harus diucapkan dengan lafal arab?

Niat umrah pada dasarnya cukup diucapkan dalam hati dan boleh dalam bahasa apa pun karena inti niat adalah kesengajaan hati. Lafal Arab yang diajarkan pembimbing manasik hanyalah bantuan pengucapan, bukan syarat mutlak keabsahan niat.

Sumber

  1. 8 Tata Cara Umroh Lengkap dengan Bacaan Doanya - detikHikmah
  2. 10 Larangan Ihram untuk Laki-Laki dan Perempuan saat Umrah - CNN Indonesia
  3. Hukum Umrah dan Tata Cara Umrah - Almanhaj

Bacaan lain