Arfa Tours Daftar Umrah

Masjid Quba, Jabal Uhud, Qiblatain: Ziarah Sejarah Madinah

· Tempat & sejarah (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, situs ziarah Makkah–Madinah)
Pemandangan Masjid Quba dari atas bukit di Madinah
Foto: Kaliper1 — CC BY-SA 4.0 · sumber

Selain Masjid Nabawi, jemaah umrah dan haji biasanya diajak mengunjungi tiga situs bersejarah di Madinah: Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Masjid Qiblatain. Ketiganya bukan tempat ibadah wajib dalam rangkaian umrah, melainkan ziarah yang biasa disertakan dalam jadwal perjalanan karena nilai sejarahnya bagi perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Masjid Quba: Masjid Pertama dalam Sejarah Islam

Masjid Quba dibangun pada tahun pertama hijriah, saat Nabi Muhammad SAW singgah di kawasan Quba selama beberapa hari dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah. Tanah tempat masjid ini berdiri merupakan wakaf dari keluarga Kalsum bin Hadam, salah satu penduduk Quba dari kabilah Amir bin Auf.

Menurut riwayat yang banyak dikutip, batu pertama masjid ini diletakkan oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh para sahabat dan diteruskan pada masa kekhalifahan Abu Bakar, Umar, hingga Utsman bin Affan. Al-Qur'an menyebut masjid ini dalam Surah At-Taubah ayat 108 sebagai masjid yang \"didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama\".

Keutamaan Shalat di Masjid Quba

Dalam beberapa riwayat hadis yang kerap disampaikan para pembimbing ibadah, shalat di Masjid Quba disebut memiliki pahala setara dengan umrah. Nabi Muhammad SAW sendiri dikisahkan rutin mengunjungi masjid ini, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara, pada hari-hari tertentu selama beliau tinggal di Madinah.

Selain dikenal sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam, Masjid Quba juga disebut-sebut sebagai lokasi pelaksanaan shalat Jumat pertama yang dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hijrahnya menuju pusat kota Madinah. Fakta ini menambah alasan mengapa banyak pembimbing ibadah menyarankan jemaah menyempatkan diri shalat sunnah di masjid ini, selain mengambil berkah dari kisah berdirinya.

Dari sisi fisik, Masjid Quba telah mengalami renovasi dan perluasan berkali-kali. Dari luas awal yang hanya sekitar 1.200 meter persegi, bangunan ini kini menempati lahan puluhan ribu meter persegi dengan fasilitas modern seperti halaman ber-AC dan atap otomatis yang bisa dibuka-tutup. Menara setinggi puluhan meter juga ditambahkan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Detail luas dan tahun setiap tahap renovasi berbeda-beda antar sumber, sehingga angka pastinya perlu dicek ulang pada rujukan resmi otoritas Dua Masjid Suci bila dibutuhkan untuk keperluan tertentu.

Jabal Uhud: Jejak Perang Uhud dan Makam Para Syuhada

Jabal Uhud adalah bukit batu kemerahan yang terletak sekitar 5 kilometer di utara Masjid Nabawi. Namanya berarti \"bukit yang menyendiri\", karena berdiri terpisah dari rangkaian bukit di sekitarnya. Di kaki bukit inilah terjadi Perang Uhud pada tahun ke-3 hijriah, sekitar Maret 625 M, pertempuran antara pasukan Muslim dari Madinah melawan kaum musyrikin Quraisy dari Makkah.

Dalam pertempuran itu, sekitar 70 sahabat gugur sebagai syuhada, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW yang dijuluki \"Singa Allah\". Sesuai perintah Nabi, para syuhada dimakamkan di tempat mereka gugur, sehingga di kompleks pemakaman ini beberapa jenazah berbagi satu liang kubur. Makam Sayyidina Hamzah berada di tengah kompleks tersebut, yang kini dipagari dan dilengkapi papan informasi dalam beberapa bahasa bagi peziarah.

Tidak jauh dari makam para syuhada, jemaah juga sering diajak melihat Jabal Rumah, bukit kecil tempat sekelompok pemanah pasukan Muslim ditempatkan oleh Nabi Muhammad SAW pada awal Perang Uhud. Kisah yang banyak diceritakan pembimbing ibadah menyebutkan bahwa sebagian pasukan pemanah turun dari posisi mereka lebih awal karena mengira perang telah dimenangkan, sehingga celah pertahanan terbuka dan pasukan Quraisy berbalik menyerang. Episode ini sering dijadikan bahan renungan tentang pentingnya menaati instruksi pemimpin, bukan sekadar catatan sejarah militer semata.

Adab Berziarah ke Jabal Uhud

Ziarah ke makam syuhada di Jabal Uhud pada dasarnya sama seperti ziarah kubur pada umumnya dalam ajaran Islam: tujuannya mengambil pelajaran dan mendoakan ahli kubur, bukan meminta sesuatu kepada mereka. Beberapa hal yang perlu diperhatikan jemaah antara lain:

  • Menjaga adab dan tidak mengusap atau mencium pagar makam.
  • Membaca doa ziarah kubur dan shalawat dengan suara yang tidak mengganggu peziarah lain.
  • Mengikuti jalur dan waktu kunjungan yang diatur petugas setempat, karena area ini ramai terutama pada musim umrah dan haji.
  • Menghindari berfoto berlebihan di area makam sebagai bentuk menjaga kekhusyukan.

Masjid Qiblatain: Saksi Perubahan Arah Kiblat

Masjid Qiblatain awalnya dikenal sebagai Masjid Bani Salamah, dibangun oleh Sawad bin Ghanam bin Ka'ab. Masjid ini menjadi terkenal karena peristiwa yang terjadi pada bulan Sya'ban tahun ke-2 hijriah: saat Nabi Muhammad SAW memimpin shalat Zuhur menghadap Baitul Maqdis (Masjid Al-Aqsa) di Yerusalem, turun wahyu Surah Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan perubahan arah kiblat ke Ka'bah di Makkah.

Konon, setelah dua rakaat pertama dilaksanakan menghadap Baitul Maqdis, Nabi dan jemaah di belakangnya langsung berputar arah menghadap Ka'bah di tengah shalat berjalan. Dari sinilah nama \"Qiblatain\" atau dua kiblat berasal, karena dalam satu shalat terdapat dua arah kiblat yang berbeda.

Bangunan masjid ini telah direnovasi berkali-kali sepanjang sejarah, mulai dari masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, era Utsmaniyah, hingga pemugaran besar pada tahun 1987 atas perintah Raja Fahd. Ciri khasnya adalah dua menara dan dua kubah kembar, yang salah satunya melambangkan arah kiblat saat ini ke Makkah dan satunya lagi mengenang arah kiblat lama ke Yerusalem.

Mengapa Ketiga Situs Ini Bermakna bagi Jemaah

Ketiga situs ini kerap dimasukkan dalam rute ziarah karena masing-masing mewakili babak berbeda dari perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW di Madinah: Masjid Quba menandai awal mula hijrah dan berdirinya komunitas Muslim, Jabal Uhud mengingatkan pada ujian dan pengorbanan, sementara Masjid Qiblatain menjadi penanda identitas arah kiblat umat Islam yang berlaku hingga sekarang. Bagi jemaah umrah, mengunjungi ketiganya bukan sekadar menambah daftar tempat yang pernah disinggahi, melainkan kesempatan memahami konteks sejarah yang selama ini hanya dibaca dari buku atau diceritakan di pengajian.

Penting dipahami bahwa ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Masjid Qiblatain bersifat sunnah dan pelengkap, bukan bagian dari rukun maupun wajib umrah. Jemaah yang karena keterbatasan waktu, kondisi fisik, atau jadwal penerbangan tidak sempat mengunjungi salah satu atau ketiga tempat ini, ibadah umrahnya tetap sah selama rukun dan wajib umrah di Masjidil Haram telah dipenuhi. Sebaliknya, bila jadwal memungkinkan, ziarah ini bisa menjadi pengisi waktu yang bermakna di sela-sela ibadah di Masjid Nabawi.

Ringkasan Tiga Situs Ziarah di Madinah

SitusPeristiwa PentingJarak dari Masjid Nabawi
Masjid QubaMasjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad SAW saat hijrahSekitar 5 km
Jabal UhudLokasi Perang Uhud dan makam para syuhadaSekitar 5 km
Masjid QiblatainTurunnya wahyu perubahan arah kiblatSekitar 3,5 km

Jarak di atas adalah perkiraan umum yang sering disebut berbagai sumber ziarah; jemaah sebaiknya mengonfirmasi rute dan waktu tempuh aktual kepada pembimbing ibadah di lapangan, karena bisa berubah tergantung rute kendaraan dan kondisi lalu lintas kota Madinah.

Hal Praktis yang Perlu Diperhatikan Jemaah

Kunjungan ke ketiga situs ini biasanya sudah termasuk dalam jadwal ziarah kota Madinah yang disusun oleh penyelenggara perjalanan, termasuk dalam program umrah Arfa Tours. Agar ziarah berjalan nyaman dan tetap sesuai tuntunan, beberapa catatan praktis berikut bisa membantu:

  • Gunakan alas kaki yang nyaman karena jarak berjalan dari area parkir bus ke lokasi ziarah cukup jauh, terutama di Jabal Uhud.
  • Bawa air minum dan pelindung dari panas, karena kawasan ziarah umumnya terbuka dan minim naungan di siang hari.
  • Dengarkan penjelasan pembimbing ibadah mengenai sejarah tempat sebelum berdoa, agar kunjungan tidak sekadar berfoto tetapi juga memahami maknanya.
  • Jaga barang bawaan dan ikuti arahan petugas keamanan setempat, mengingat lokasi ini selalu ramai dikunjungi rombongan dari berbagai negara.

Satu hal yang kadang membingungkan jemaah baru pertama kali umrah: berkunjung ke Masjid Quba, Jabal Uhud, atau Masjid Qiblatain tidak mengharuskan jemaah mengenakan pakaian ihram, karena ketiganya berada di luar batas Tanah Haram dan bukan bagian dari rangkaian rukun umrah. Pakaian ihram hanya wajib dikenakan saat jemaah berniat umrah dari miqat menuju Masjidil Haram di Makkah. Untuk ziarah di dalam kota Madinah, jemaah cukup mengenakan pakaian yang sopan dan nyaman untuk berjalan kaki cukup jauh di beberapa titik.

Soal waktu kunjungan, pagi hari biasanya menjadi pilihan banyak rombongan karena suhu belum terlalu terik dan area ziarah belum terlalu padat dibandingkan sore atau menjelang malam. Namun jadwal pastinya tetap mengikuti pengaturan dari pembimbing ibadah masing-masing kelompok, karena rute dan urutan kunjungan ke tiga lokasi ini biasa disesuaikan dengan kondisi lalu lintas kota Madinah pada hari itu.

Ziarah ke situs-situs ini sifatnya melengkapi, bukan menggantikan rukun dan wajib umrah yang harus dipenuhi di Masjidil Haram. Jemaah yang merencanakan perjalanan bersama Arfa Tours dapat menanyakan kepada pembimbing ibadah mengenai susunan jadwal ziarah kota Madinah agar waktu istirahat dan ibadah tetap seimbang selama di Tanah Suci.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Masjid Quba termasuk masjid tertua di dunia?

Ya, Masjid Quba dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam, didirikan Nabi Muhammad SAW saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah menuju Madinah pada tahun pertama hijriah.

Apakah ziarah ke Jabal Uhud wajib bagi jemaah umrah?

Tidak. Ziarah ke Jabal Uhud bersifat sunnah dan pelengkap, bukan bagian dari rukun maupun wajib umrah. Ibadah umrah tetap sah meski jemaah tidak sempat mengunjungi lokasi ini.

Kenapa Masjid Qiblatain disebut punya dua kiblat?

Karena di masjid ini Nabi Muhammad SAW pernah mengubah arah shalat dari menghadap Baitul Maqdis ke Ka'bah di tengah shalat Zuhur, menyusul turunnya wahyu Surah Al-Baqarah ayat 144.

Apakah jemaah perlu memakai ihram saat ziarah di Madinah?

Tidak. Pakaian ihram hanya wajib saat umrah dari miqat menuju Masjidil Haram di Makkah. Ziarah ke Masjid Quba, Jabal Uhud, atau Masjid Qiblatain cukup mengenakan pakaian sopan dan nyaman.

Siapa saja yang dimakamkan di Jabal Uhud?

Kompleks ini menjadi makam sekitar 70 syuhada Perang Uhud, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad SAW yang gugur dalam pertempuran tersebut.

Sumber

  1. detikHikmah - Sejarah Masjid Quba: Masjid yang Pertama Kali Dibangun Rasulullah
  2. detikHikmah - Jabal Uhud, Gunung Bersejarah yang Jadi Tempat Ziarah
  3. detikProperti - Kisah Masjid Qiblatain yang Jadi Saksi Bisu Perubahan Arah Kiblat
  4. NU Online - Ziarah ke Makam Sayyidina Hamzah dan Para Syuhada di Jabal Uhud

Bacaan lain