Arfa Tours Daftar Umrah

Situs Ziarah di Makkah: Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Sejarahnya

· Tempat & sejarah (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, situs ziarah Makkah–Madinah)
Pemandangan Jabal Nur dengan Gua Hira di puncaknya, Makkah
Foto: Sadath i — CC BY-SA 4.0 · sumber

Selain beribadah di Masjidil Haram, banyak jamaah umrah bertanya situs bersejarah apa saja yang bisa dikunjungi di Makkah. Dua yang paling sering dicari adalah Jabal Nur dengan Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, dan Jabal Tsur dengan Gua Tsur, tempat beliau bersembunyi bersama Abu Bakar ash-Shiddiq saat hijrah ke Madinah. Ziarah ke tempat-tempat ini bukan bagian dari rukun atau kewajiban umrah, tetapi banyak jamaah menyempatkan diri berkunjung untuk mengenang perjalanan dakwah Islam di masa awal.

Apakah ziarah kota di Makkah termasuk bagian dari umrah?

Rukun umrah hanya terdiri dari ihram, tawaf, sa'i, dan tahalul. Kunjungan ke Jabal Nur, Jabal Tsur, atau situs bersejarah lain di luar Masjidil Haram tidak termasuk rukun, wajib, maupun sunnah muakkadah. Karena itu, jamaah yang tidak sempat atau tidak kuat secara fisik untuk mendaki tidak kehilangan apa pun dari sisi keabsahan umrahnya.

Perlu dicatat pula, ada perbedaan pandangan di kalangan ulama soal anjuran mengunjungi gua-gua ini. Sebagian menilai boleh-boleh saja selama tujuannya mengambil pelajaran sejarah, bukan meyakini tempat itu memiliki keberkahan khusus. Sebagian ulama lain, misalnya sebagaimana dikutip situs Manhajul Anbiya, berpandangan kunjungan semacam ini tidak dianjurkan karena Nabi Muhammad SAW sendiri tidak pernah kembali ke Gua Hira setelah masa kenabian, dan dikhawatirkan berkembang menjadi keyakinan berlebihan terhadap tempat tersebut. Karena ada perbedaan pandangan ini, sebaiknya jamaah berkonsultasi dengan pembimbing ibadah masing-masing sebelum memutuskan ikut ziarah kota.

Jabal Nur dan Gua Hira: tempat wahyu pertama turun

Jabal Nur terletak sekitar 6 kilometer di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW biasa menyendiri untuk bertahannus atau merenung jauh sebelum diangkat menjadi rasul. Pada usia 40 tahun, di gua inilah beliau menerima wahyu pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang dibawa oleh Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi titik awal kenabian dan penyebaran Islam ke seluruh dunia.

Jarak dan medan pendakian

Jalur menuju Gua Hira berupa tangga batu alami yang menanjak dan cukup panjang, dengan ratusan anak tangga tidak beraturan menuju puncak. Tidak ada kendaraan yang bisa mengantar sampai ke mulut gua, sehingga seluruh perjalanan naik harus ditempuh dengan berjalan kaki. Jamaah yang ingin mendaki disarankan berangkat pagi hari atau menjelang sore agar tidak terlalu terik, membawa air minum yang cukup, dan memakai alas kaki yang nyaman untuk medan berbatu.

Jabal Tsur dan Gua Tsur: jejak hijrah Nabi Muhammad SAW

Berbeda arah, Jabal Tsur berada sekitar 6 kilometer di sebelah selatan Masjidil Haram. Gua Tsur di puncaknya adalah tempat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq bersembunyi selama tiga hari saat dikejar kaum kafir Quraisy dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Dalam riwayat yang dikenal luas, sarang laba-laba dan sarang burung merpati di mulut gua ikut menjadi sebab rombongan pengejar mengurungkan niat memeriksa ke dalam, sehingga Nabi dan sahabatnya selamat sebelum melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Pendakian ke Jabal Tsur dikenal lebih berat dibanding Jabal Nur karena jalurnya lebih terjal dan panjang. Sebagian jamaah memilih menyewa mobil hingga area kaki bukit, lalu berjalan kaki menuju puncak. Bagi yang memiliki keterbatasan fisik, melihat dan mendengarkan kisahnya dari kaki bukit juga sudah cukup untuk mengambil pelajaran sejarahnya.

Jejak sejarah di dalam Masjidil Haram

Sebelum atau sesudah ziarah ke luar kota, banyak bagian bersejarah yang sebenarnya sudah ada di dalam kompleks Masjidil Haram sendiri. Kakbah, Hajar Aswad, Maqam Ibrahim, dan Hijir Ismail semuanya menyimpan riwayat panjang sejak zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS, yang menurut riwayat meletakkan pondasi awal bangunan ini.

  • Hajar Aswad: batu hitam di salah satu sudut Kakbah yang diyakini berasal dari surga; mengusapnya atau menciumnya adalah sunnah karena Nabi Muhammad SAW juga melakukannya, namun tidak wajib jika kondisi terlalu padat.
  • Maqam Ibrahim: bukan kuburan, melainkan batu tempat berpijak Nabi Ibrahim AS saat membangun Kakbah, dengan bekas cetakan kaki yang masih terlihat.
  • Hijir Ismail: area setengah lingkaran di sisi utara Kakbah yang menurut sebagian riwayat termasuk bagian dari Kakbah asli pada masa Nabi Ibrahim.

Perluasan dari masa ke masa

Bangunan Masjidil Haram yang kita lihat sekarang adalah hasil perluasan bertahap selama berabad-abad, bukan bentuk tunggal sejak awal. Berdasarkan catatan yang dihimpun Wikipedia bahasa Indonesia, sebagian tahapan pentingnya adalah sebagai berikut.

PeriodePeristiwa
Masa Nabi Ibrahim dan Ismail ASPembangunan Kakbah beserta peletakan Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim, menurut keyakinan Islam
17 H / 638 M, era Khalifah Umar bin KhattabPerluasan pertama pada masa Islam, dengan membeli dan membongkar rumah-rumah di sekitar Kakbah
Sekitar 647 M, era Khalifah Utsman bin AffanPerluasan dilanjutkan untuk menampung lebih banyak jemaah
91 H / 709 M, era Khalifah Al-Walid (Umayyah)Renovasi dengan tiang-tiang marmer yang didatangkan dari Mesir dan Suriah
137 H / 754 M, era Khalifah Al-Mansur (Abbasiyah)Hijir Ismail untuk pertama kalinya dilapisi marmer

Saat ini, menurut Wikipedia bahasa Indonesia, luas Masjidil Haram mencapai sekitar 356.000 meter persegi dengan 129 pintu dan 9 menara setinggi sekitar 89 meter, serta mampu menampung hingga jutaan jemaah pada musim puncak seperti Ramadan dan haji. Sumur Zamzam yang berjarak sekitar 20 meter dari Kakbah dilaporkan mengalirkan air sekitar 11 hingga 18,5 liter per detik.

Situs lain yang sering masuk agenda ziarah

Selain Jabal Nur dan Jabal Tsur, beberapa lokasi berikut juga kerap dikunjungi rombongan umrah saat city tour di Makkah, meski sebagian sebenarnya berada di luar kota Makkah:

  • Jabal Rahmah: bukit kecil di Padang Arafah, di luar kota Makkah, dengan tugu yang menurut sebagian riwayat menandai pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa.
  • Pemakaman Ma'la: kompleks pemakaman tua di Makkah, tempat dimakamkannya sejumlah keluarga dan sahabat Nabi, termasuk istri beliau, Khadijah binti Khuwailid.
  • Masjid Jin: berdekatan dengan pemakaman Ma'la, dikaitkan dengan riwayat sekelompok jin yang menyatakan keislamannya di masa Nabi Muhammad SAW.

Karena Jabal Rahmah berada di kawasan Arafah yang biasanya hanya dikunjungi jamaah haji, tidak semua paket umrah menyertakannya dalam rute ziarah kota.

Adab dan hal praktis saat ziarah

Agar ziarah tetap nyaman dan tidak mengganggu ibadah utama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jamaah:

  • Dahulukan ibadah wajib di Masjidil Haram sebelum menjadwalkan ziarah kota, terutama bila waktu di Makkah terbatas.
  • Perhitungkan kondisi fisik sebelum memutuskan mendaki Jabal Nur atau Jabal Tsur, karena jalurnya cukup menantang dan tidak ramah bagi lansia atau jamaah dengan keterbatasan gerak.
  • Sewa kendaraan dari area yang resmi dan sepakati tarif di depan; biaya sewa mobil untuk setengah hari ziarah biasanya perlu dinegosiasikan langsung dengan sopir atau melalui pembimbing rombongan.
  • Bawa air minum yang cukup, gunakan alas kaki yang sesuai, dan hindari waktu-waktu terpanas dalam sehari.
  • Jaga adab: tidak mengusap-usap batu atau dinding gua dengan keyakinan mencari berkah, karena yang diambil dari kunjungan ini adalah pelajaran sejarahnya, bukan ritual baru.

Dalam praktiknya, rombongan yang berangkat bersama biro perjalanan biasanya sudah punya jadwal ziarah kota yang disusun agar tidak bentrok dengan waktu salat dan istirahat. Arfa Tours, misalnya, biasa menempatkan sesi ziarah kota di luar jam-jam ibadah utama sehingga jamaah tetap bisa fokus beribadah di Masjidil Haram tanpa terburu-buru.

Menimbang niat: mengambil pelajaran, bukan mencari berkah tempat

Yang membuat ziarah ke Jabal Nur, Jabal Tsur, dan situs sejarah lain di Makkah bermakna adalah niat mengambil ibrah atau pelajaran dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, bukan meyakini tempat-tempat itu memiliki kekuatan atau keberkahan tersendiri. Dengan niat yang lurus dan persiapan fisik yang memadai, kunjungan singkat ke lokasi-lokasi ini bisa menjadi pengingat yang menguatkan, sebelum jamaah kembali melanjutkan rangkaian ibadah utama di Tanah Suci.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ziarah ke Jabal Nur dan Jabal Tsur wajib saat umrah?

Tidak. Ziarah ke situs-situs sejarah di Makkah bukan rukun, wajib, maupun sunnah muakkadah dalam umrah. Ibadah utama tetap salat dan tawaf di Masjidil Haram; ziarah kota sifatnya pilihan bagi jamaah yang ingin mengenal sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW.

Berapa jarak Jabal Nur dan Jabal Tsur dari Masjidil Haram?

Jabal Nur berjarak sekitar 6 km di sebelah utara Masjidil Haram, sedangkan Jabal Tsur sekitar 6 km di sebelah selatan. Keduanya biasanya ditempuh naik mobil sewaan lalu dilanjutkan dengan mendaki jalur berbatu menuju gua di puncaknya.

Apa yang terjadi di Gua Hira?

Gua Hira di puncak Jabal Nur adalah tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama, yaitu Surat Al-Alaq ayat 1-5, saat beliau berusia 40 tahun. Peristiwa ini menandai awal masa kenabian dan penyebaran Islam.

Apa kisah di balik Gua Tsur?

Gua Tsur di puncak Jabal Tsur menjadi tempat persembunyian Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq selama tiga hari saat dikejar kaum Quraisy dalam perjalanan hijrah menuju Madinah, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dengan aman.

Apakah mendaki Jabal Nur dan Jabal Tsur berat secara fisik?

Ya, cukup menantang. Jalurnya menanjak, berbatu, dan tidak dilengkapi tangga permanen di banyak titik, sehingga jamaah perlu kondisi fisik yang baik, alas kaki yang sesuai, air minum cukup, dan waktu di luar jam panas terik.

Sumber

  1. Masjidil Haram - Wikipedia bahasa Indonesia
  2. 8 Situs Ziarah Jemaah Haji di Makkah yang Punya Banyak Sejarah - detikHikmah
  3. Hukum Menziarahi Goa Hira, Goa Tsur, dan Semisalnya - Manhajul Anbiya
  4. File:Jabal al-Nour And cave Hira.jpg - Wikimedia Commons

Bacaan lain