Arfa Tours Daftar Umrah

Ziarah di Madinah: Situs Bersejarah dan Adab Mengunjunginya

· Tempat & sejarah (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, situs ziarah Makkah–Madinah)
Tampak menyeluruh Masjid Quba di Madinah, masjid pertama dalam sejarah Islam
Foto: Kaliper1 — CC BY-SA 4.0 · sumber

Selain shalat di Masjid Nabawi, hampir setiap jamaah umrah diajak rombongan untuk ziarah ke beberapa titik bersejarah di Madinah, seperti Masjid Quba, Jabal Uhud, dan Masjid Qiblatain. Kegiatan ini bukan rukun atau wajib umrah, melainkan agenda tambahan yang biasanya sudah termasuk dalam paket perjalanan, dengan tujuan mengenang peristiwa penting dalam sejarah dakwah Nabi Muhammad ﷺ sekaligus mengambil pelajaran darinya. Artikel ini merangkum sejarah singkat setiap lokasi yang umum dikunjungi serta adab yang perlu dijaga selama berziarah.

Ziarah Bukan Rukun, tapi Bagian dari Tradisi Perjalanan

Rukun dan wajib umrah sudah selesai begitu jamaah menuntaskan tawaf, sa'i, dan tahalul. Kunjungan ke Masjid Quba, Jabal Uhud, atau Masjid Qiblatain berada di luar rangkaian itu. Karena bukan kewajiban, jadwal dan urutan tempat yang dikunjungi bisa berbeda antar rombongan, tergantung waktu yang tersedia dan kebijakan pembimbing ibadah di lapangan. Yang perlu diingat, ziarah semacam ini pada dasarnya adalah kunjungan untuk mengambil pelajaran dari sejarah, bukan mencari berkah dari benda atau tempatnya. Memahami latar belakang setiap lokasi membuat kunjungan singkat di sela jadwal padat menjadi lebih bermakna, dibanding sekadar transit untuk berfoto.

Masjid Quba, Masjid Pertama dalam Sejarah Islam

Masjid Quba dibangun oleh Nabi Muhammad ﷺ tak lama setelah beliau tiba di kawasan Quba dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, sehingga dikenal sebagai masjid pertama yang didirikan dalam sejarah Islam. Lokasinya sekitar 5 kilometer di sebelah barat daya pusat Kota Madinah. Beberapa riwayat yang banyak dikutip pembimbing ibadah menyebutkan bahwa shalat sunah di Masjid Quba memiliki keutamaan besar, bahkan disetarakan dengan pahala umrah. Karena riwayat ini disampaikan dengan redaksi yang bervariasi di berbagai sumber, sebaiknya jamaah mengonfirmasi bunyi hadits dan derajatnya kepada pembimbing ibadah masing-masing, bukan sekadar mengandalkan cerita turun-temurun.

Jabal Uhud dan Makam Para Syuhada

Jabal Uhud adalah bukit di utara Madinah yang menjadi lokasi Perang Uhud pada tahun ketiga Hijriah, salah satu pertempuran besar antara kaum muslimin dan kaum Quraisy Makkah. Di kaki bukit ini terdapat kompleks pemakaman para syuhada yang gugur dalam pertempuran tersebut, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi ﷺ yang dikenal dengan gelar Sayyidusy Syuhada.

Karena area Jabal Uhud cukup luas dan biasanya ramai oleh rombongan dari berbagai negara, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jamaah saat berkunjung ke sini:

  • Selalu kenakan tanda pengenal atau gelang identitas rombongan agar mudah dikenali bila terpisah.
  • Jangan berjalan sendirian menjauh dari kelompok, mengingat area yang luas dan padat pengunjung.
  • Lapor kepada ketua rombongan bila hendak ke toilet atau keperluan lain di luar jadwal.
  • Jaga suara tetap rendah di area pemakaman; hindari doa atau zikir dengan suara keras karena bisa ditegur petugas setempat.
  • Jangan mencoret atau merusak batu maupun permukaan di lokasi, karena tindakan ini merusak situs bersejarah.

Masjid Qiblatain, Saksi Perpindahan Arah Kiblat

Masjid Qiblatain awalnya dikenal sebagai Masjid Bani Salamah. Nama "Qiblatain" yang berarti dua kiblat diberikan karena di masjid inilah, pada tahun kedua Hijriah, turun perintah Allah yang mengubah arah kiblat shalat dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke arah Ka'bah di Masjidil Haram. Peristiwa ini menjadi salah satu titik penting dalam sejarah penetapan syariat shalat umat Islam, dan masjid ini masih berdiri serta digunakan untuk shalat hingga sekarang.

Parit Khandaq dan Masjid-Masjid Kecil di Sekitarnya

Di kawasan yang sama, jamaah biasanya juga melewati lokasi bekas Perang Khandaq (Perang Ahzab) pada tahun kelima Hijriah, saat kaum muslimin menggali parit untuk bertahan dari serangan pasukan gabungan suku-suku Arab. Di sekitar area ini berdiri sejumlah masjid kecil yang berkaitan dengan peristiwa tersebut, seperti Masjid Khandaq, Masjid al-Ijabah, Masjid Jum'ah, Masjid Abu Dzar Al Ghifari, dan Masjid Ghamamah. Masjid-masjid ini umumnya hanya disinggahi sebentar untuk melihat dan mendengarkan penjelasan sejarah dari pembimbing, bukan untuk shalat berjamaah dalam waktu lama.

Pemakaman Baqi

Pemakaman Baqi terletak tepat di sebelah Masjid Nabawi dan menjadi tempat peristirahatan banyak sahabat Nabi ﷺ, termasuk beberapa istri dan putra beliau. Kompleks ini merupakan salah satu pemakaman umum Islam tertua di kawasan Hijaz, dan hingga kini masih digunakan untuk memakamkan warga Madinah. Area pemakaman ini dipagari dan aksesnya dibatasi; jamaah pada umumnya hanya dapat melihat dari luar pagar dan mendoakan penghuninya dari kejauhan. Karena aturan akses bisa berubah sewaktu-waktu, sebaiknya jamaah mengikuti arahan muthawwif atau pembimbing ibadah saat berada di lokasi.

Raudhah, Taman di Dalam Masjid Nabawi

Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara bekas rumah Nabi ﷺ (kini menjadi lokasi makam beliau) dan mimbar tempat beliau berkhutbah. Area seluas sekitar 330 meter persegi ini disebut dalam sebuah riwayat sebagai salah satu taman dari taman-taman surga, sehingga banyak jamaah berusaha shalat sunah dan berdoa di tempat ini.

Karena kapasitasnya terbatas dan peminatnya sangat banyak, akses masuk ke Raudhah sekarang diatur melalui aplikasi resmi Nusuk, tempat jamaah mengajukan jadwal kunjungan (tasreh) pada hari dan jam tertentu. Petugas keamanan Arab Saudi mengatur giliran masuk melalui pintu yang berbeda untuk jamaah laki-laki dan perempuan. Karena mekanisme dan nomor pintu ini bisa berubah dari waktu ke waktu, jamaah sebaiknya menanyakan langkah terbaru kepada pembimbing ibadah begitu tiba di Madinah.

Titik Ziarah di Sekitar Kota Makkah

Sebagian rombongan juga mengagendakan city tour singkat di Makkah, meski intensitasnya biasanya tidak sepadat ziarah di Madinah. Beberapa tempat yang sering disebut antara lain Jabal Nur dengan Gua Hira di puncaknya, lokasi turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad ﷺ; Jabal Tsur, tempat Nabi ﷺ dan Abu Bakar bersembunyi dalam Gua Tsur saat hijrah; serta Jannatul Mu'alla, pemakaman yang di antaranya menjadi tempat peristirahatan Sayyidah Khadijah, istri Nabi ﷺ. Ketentuan akses ke masing-masing lokasi ini bisa berbeda dan sewaktu-waktu berubah mengikuti kebijakan setempat, sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada pembimbing ibadah atau petugas travel sebelum keberangkatan.

Adab yang Perlu Dijaga Saat Berziarah

Karena sebagian besar lokasi ziarah berkaitan dengan makam dan peristiwa yang menyentuh sisi keimanan, ada adab yang perlu dijaga agar niat ziarah tetap lurus dan tidak tergelincir ke hal yang justru dilarang dalam syariat:

  • Doa hanya ditujukan kepada Allah. Jamaah dianjurkan mendoakan ahli kubur, bukan meminta sesuatu kepada penghuni kubur.
  • Hindari mengusap atau mencium dinding, jendela, maupun pembatas di area makam, karena kebiasaan ini bisa mengarah pada perbuatan yang dilarang dalam syariat.
  • Jangan mengelilingi (tawaf) makam siapa pun, karena tawaf hanya disyariatkan di Ka'bah.
  • Jaga volume suara tetap rendah dan sopan selama berada di area pemakaman atau masjid bersejarah.
  • Ikuti arahan dan jadwal dari pembimbing ibadah, termasuk soal titik kumpul dan waktu kembali ke bus.

Tips Praktis Sebelum Ikut Rombongan Ziarah

Sebagian besar lokasi ziarah berada di ruang terbuka dan mengharuskan jamaah berjalan cukup jauh di bawah terik matahari, sehingga persiapan sederhana seperti alas kaki yang nyaman, penutup kepala, dan air minum akan sangat membantu. Selalu bawa kartu identitas rombongan dan catat nomor bus atau titik kumpul, karena rombongan ziarah umumnya terdiri dari banyak jamaah dari berbagai kloter sekaligus, sehingga mudah tercecer bila tidak hafal titik pertemuan. Dengarkan penjelasan sejarah dari pembimbing ibadah sebelum turun dari bus, sehingga waktu kunjungan yang singkat bisa dimanfaatkan untuk memahami konteks tempat tersebut, bukan sekadar berfoto. Dalam program perjalanan Arfa Tours, kunjungan-kunjungan ini biasanya sudah dijadwalkan bersama muthawwif atau pembimbing ibadah, sehingga jamaah tidak perlu mengatur rute ziarah sendiri maupun mencari kendaraan tambahan.

Menjaga Makna Ziarah

Titik-titik ziarah di Makkah dan Madinah pada dasarnya adalah pengingat perjalanan panjang dakwah Nabi Muhammad ﷺ dan perjuangan para sahabatnya. Mengunjunginya dengan adab yang benar membantu jamaah memahami konteks sejarah sekaligus menjaga kemurnian niat ibadah, tanpa mengalihkan fokus doa dan harapan kepada selain Allah. Bila ada bagian dari rangkaian ziarah yang berubah jadwal atau aksesnya saat jamaah berada di lapangan, hal itu wajar terjadi mengingat aturan kunjungan situs-situs ini bisa disesuaikan sewaktu-waktu oleh otoritas setempat.

Pertanyaan yang sering diajukan

apa saja tempat ziarah di madinah selain masjid nabawi

Beberapa yang umum dikunjungi rombongan umrah adalah Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, area bekas Perang Khandaq beserta masjid-masjid kecil di sekitarnya, dan Pemakaman Baqi. Urutan dan lama kunjungan tiap lokasi tergantung jadwal rombongan masing-masing.

apakah ziarah ke jabal uhud dan masjid quba termasuk rukun umrah

Bukan. Rukun dan wajib umrah selesai setelah tawaf, sa'i, dan tahalul. Kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Madinah adalah agenda tambahan dalam paket perjalanan, bukan bagian dari syarat sah umrah.

bagaimana cara mendapatkan izin masuk raudhah di masjid nabawi

Akses ke Raudhah saat ini diatur lewat aplikasi resmi Nusuk, tempat jamaah mengajukan jadwal kunjungan (tasreh) pada hari dan jam tertentu. Karena mekanismenya bisa berubah, sebaiknya tanyakan langkah terbaru kepada pembimbing ibadah begitu tiba di Madinah.

siapa yang dimakamkan di jabal uhud

Di kaki Jabal Uhud terdapat kompleks makam para syuhada yang gugur dalam Perang Uhud tahun ketiga Hijriah, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal dengan gelar Sayyidusy Syuhada.

apa yang tidak boleh dilakukan saat berziarah ke makam nabi muhammad

Jamaah dianjurkan tidak mengusap atau mencium dinding makam, tidak mengelilinginya seperti tawaf, dan tidak meminta sesuatu kepada penghuni kubur. Doa tetap ditujukan hanya kepada Allah, sedangkan ahli kubur didoakan, bukan dimintai.

Sumber

  1. 12 Tempat Ziarah di Madinah, Bukan Cuma Masjid Nabawi - detikHikmah
  2. Menikmati Syahdunya Raudhah 'Taman Surga' di Nabawi: Lokasi Doa yang Diijabah - MUI.or.id
  3. Adab Ziarah ke Masjid Nabawi agar Sesuai dengan Tuntunan (Bag. 2) - Muslim.or.id
  4. 11 Tempat Ziarah di Mekkah yang Wajib Dikunjungi Jemaah Haji - BPKH
  5. Jangan Asal, Ini Adab dan Aturan saat Ziarah ke Jabal Uhud - CNN Indonesia

Bacaan lain