Arfa Tours Daftar Umrah

Sejarah Sumur Zamzam: Air yang Tak Pernah Kering

· Tempat & sejarah (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, situs ziarah Makkah–Madinah)
Area sumur Zamzam di dalam Masjidil Haram, Makkah
Foto: Mardetanha — CC BY-SA 3.0 · sumber

Sumur Zamzam di dalam Masjidil Haram sudah diambil airnya oleh jutaan jamaah setiap tahun selama lebih dari seribu tahun, dan sampai sekarang airnya tidak pernah habis. Jawaban singkatnya: sumur ini terhubung dengan cadangan air tanah yang terus terisi ulang oleh air hujan di kawasan pegunungan sekitar Makkah, dan pengelolaannya kini diatur secara ketat oleh otoritas Arab Saudi agar jumlah air yang dipompa tidak melebihi kemampuan sumur mengisi ulang dirinya sendiri.

Asal-usul Sumur Zamzam dalam Riwayat

Dalam riwayat yang dikenal luas di kalangan umat Islam, mata air ini muncul pada zaman Nabi Ibrahim AS, ketika istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail ditinggalkan di lembah Makkah yang saat itu tandus dan tidak berpenghuni. Saat kehausan mendesak, Siti Hajar berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali mencari air atau bantuan. Air kemudian muncul dari tanah di dekat kaki Ismail kecil, dan sumber air itulah yang dikenal sebagai Zamzam. Kisah ini juga menjadi latar belakang sa'i, salah satu rukun umrah dan haji.

Sumur yang Sempat Hilang dan Digali Ulang

Yang menarik, sumur ini tidak selalu terlihat sepanjang sejarah. Beberapa catatan menyebutkan lokasi mata air ini sempat tertutup pasir dan reruntuhan selama beberapa generasi, bukan karena airnya kering, melainkan karena letaknya terlupakan. Sumur yang digunakan sampai hari ini adalah hasil penggalian ulang oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, jauh sebelum masa kenabian. Sejak saat itu, posisi sumur tidak pernah berpindah, hanya bangunan dan sistem di sekitarnya yang terus diperbarui mengikuti perluasan Masjidil Haram.

Berapa Dalam dan Berapa Debit Air Zamzam?

Angka teknis mengenai sumur ini disebutkan sedikit berbeda-beda di berbagai sumber, tergantung metode pengukuran dan tahun pengukurannya. Secara umum, gambarannya seperti ini:

AspekPerkiraan angka
Kedalaman total sumursekitar 30-35 meter
Diameter sumursekitar 1,08-2,66 meter
Jarak dari Ka'bahsekitar 20 meter di sisi timur
Debit air saat dipompa (pengujian lama)sekitar 11-18,5 liter per detik

Karena perbedaan angka ini wajar terjadi pada objek yang sudah berumur ribuan tahun dan diukur ulang di berbagai era, sebaiknya angka-angka ini dipahami sebagai kisaran, bukan patokan yang mutlak.

Kenapa Air Zamzam Tidak Pernah Kering?

Secara ilmiah, ahli geologi air tanah menjelaskan bahwa sumur Zamzam terhubung dengan sistem akuifer batuan retak di bawah permukaan Makkah. Air hujan yang turun di kawasan pegunungan sekitar kota meresap melalui celah-celah batuan dan mengisi ulang cadangan air di bawah sumur secara terus-menerus. Selama pola curah hujan di wilayah ini relatif stabil, cadangan air tersebut akan terus tersedia. Dengan kata lain, air Zamzam disebut sebagai sumber air terbarukan, bukan cadangan tetap yang suatu saat pasti habis.

Proyek Modern Pengelolaan Air Zamzam

Sejak tahun 2013, pengelolaan air Zamzam berada di bawah proyek modernisasi yang dikenal sebagai King Abdullah Zamzam Water Project. Proyek ini membangun sistem pemompaan, penyaringan, dan distribusi menggunakan pipa baja tahan karat menuju fasilitas penyimpanan, sebelum akhirnya disalurkan ke dispenser-dispenser air di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Volume air yang dipompa dipantau secara berkala dan disesuaikan, terutama saat musim ramai jamaah, agar tingkat pengambilan tidak melampaui kemampuan alami sumur untuk mengisi ulang dirinya.

Etika Sederhana Saat Minum Air Zamzam

Di area Masjidil Haram, air Zamzam tersedia melimpah lewat dispenser dingin dan biasa yang tersebar di berbagai titik, sehingga jamaah tidak perlu mengantre di dekat sumur asli yang kini tertutup dan tidak bisa diakses langsung oleh pengunjung. Sebagian jamaah membiasakan diri membaca doa singkat sebelum meminumnya dan menghadap kiblat, meski ini adalah kebiasaan yang baik untuk dilakukan, bukan syarat sah. Yang lebih penting secara praktis adalah menjaga ketertiban di sekitar dispenser, tidak memenuhi wadah secara berlebihan saat masjid sedang padat, dan memberi kesempatan kepada jamaah lain, termasuk lansia, untuk mengambil air dengan nyaman.

Bolehkah Membawa Air Zamzam Pulang ke Indonesia?

Banyak jamaah bertanya apakah air Zamzam boleh dibawa pulang, dan jawabannya boleh, tetapi lewat jalur resmi bandara, bukan dengan cara memasukkannya sendiri ke koper. Berdasarkan aturan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi, setiap jamaah dengan visa haji atau umrah yang sah umumnya berhak membawa satu wadah air Zamzam bersegel pabrik berukuran sekitar 5 liter. Beberapa hal praktis yang perlu diperhatikan:

  • Wadah air Zamzam diserahkan terpisah saat proses check-in di bandara, bukan disatukan dengan koper bagasi biasa.
  • Petugas maskapai biasanya memberi label khusus pada wadah tersebut agar ditangani sesuai prosedur kargo untuk barang cair.
  • Membawa air dalam botol pribadi yang tidak tersegel resmi berisiko ditahan di bandara karena tidak memenuhi standar penanganan cairan dalam pesawat.
  • Karena kebijakan semacam ini bisa berubah dari waktu ke waktu, ada baiknya jamaah mengonfirmasi aturan terbaru kepada pembimbing rombongan atau menanyakan langsung ke petugas maskapai menjelang kepulangan.

Arfa Tours biasanya menyampaikan pengingat praktis semacam ini kepada jamaah menjelang jadwal pulang, supaya proses di bandara berjalan lebih tenang dan tidak ada barang yang tertahan karena kesalahan penanganan. Informasi resmi terkait persyaratan keberangkatan dan kepulangan jamaah dari Indonesia juga sebaiknya tetap dikonfirmasi lewat Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atau PPIU yang menaungi jamaah, karena aturan teknis di lapangan dapat diperbarui sewaktu-waktu.

Sumur Zamzam mengajarkan sesuatu yang sederhana: sesuatu yang tampak kecil di permukaan bisa bertahan ribuan tahun kalau sumbernya terus dijaga dan dikelola dengan hati-hati. Bagi jamaah, memahami sejarah dan cara kerja sumur ini bisa menambah makna saat berdiri di dekat Ka'bah dan meminum air yang sama yang pernah diminum oleh jutaan orang sebelumnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kedalaman sumur zamzam?

Sumber yang ada menyebut angka yang sedikit berbeda, sekitar 30 sampai 35 meter, dengan diameter berkisar 1,08 sampai 2,66 meter. Perbedaan ini wajar karena pengukuran dilakukan pada waktu dan metode yang berbeda.

Kenapa air zamzam tidak pernah habis meski diambil jutaan jamaah?

Menurut penjelasan ahli geologi, sumur ini terhubung dengan akuifer batuan retak yang terus terisi ulang oleh air hujan di pegunungan sekitar Makkah, sehingga airnya bersifat terbarukan selama pola hujan di kawasan itu tetap stabil.

Siapa yang menggali ulang sumur zamzam setelah tertimbun?

Menurut riwayat, sumur ini sempat tertutup pasir dan reruntuhan selama berabad-abad sebelum digali kembali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW, dan sumur itulah yang dipakai hingga sekarang.

Bolehkah membawa air zamzam pulang ke Indonesia lewat pesawat?

Boleh, tetapi lewat jalur resmi. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi mengizinkan satu wadah air zamzam bersegel pabrik berukuran sekitar 5 liter per jamaah, yang diserahkan terpisah saat check-in, bukan dimasukkan sendiri ke koper.

Kenapa air zamzam tidak boleh dimasukkan sembarangan ke koper?

Karena aturan barang cair di kargo pesawat cukup ketat; botol yang tidak ditangani sesuai prosedur berisiko bocor atau pecah akibat tekanan udara, sehingga maskapai mengharuskan penanganan khusus untuk air zamzam.

Sumber

  1. detik.com - Sejarah Sumur Air Zamzam, Tak Pernah Kering Meski Berusia Ribuan Tahun
  2. CNN Indonesia - Usia Lebih dari 4.000 Tahun, Mungkinkah Sumur Zamzam Kering?
  3. Wego Travel Blog - Aturan Membawa Air Zamzam di Penerbangan

Bacaan lain