Arfa Tours Daftar Umrah

Panduan Umrah: Tata Cara, Rukun, Doa, dan Larangan Ihram

· Panduan ibadah umrah (tata cara, doa, rukun, larangan ihram)
Jamaah mengenakan ihram melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah
Foto: Adli Wahid — CC BY-SA 4.0 · sumber

Umrah dikerjakan melalui empat rukun yang harus berurutan: niat ihram di miqat, tawaf mengelilingi Ka'bah tujuh kali, sai antara Bukit Shafa dan Marwah tujuh kali, lalu tahallul dengan memotong rambut. Selama berihram, jamaah wajib menjauhi sejumlah larangan seperti memakai wangi-wangian, memotong kuku, atau memakai pakaian berjahit bagi pria. Berikut penjelasan lengkap tiap tahapan beserta doa dan larangannya, agar ibadah berjalan tenang dan sesuai tuntunan.

Rukun Umrah Secara Ringkas

Rukun adalah bagian ibadah umrah yang wajib dikerjakan dan tidak dapat digantikan dengan dam (denda) apabila ditinggalkan. Jika salah satu rukun terlewat, umrah dianggap tidak sah.

RukunPenjelasan Singkat
Niat ihramBerniat memulai ibadah umrah sejak di miqat, disertai memakai kain ihram
TawafMengelilingi Ka'bah tujuh putaran, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad
SaiBerjalan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah
TahallulMemotong rambut sebagai tanda selesainya rangkaian umrah

Niat dan Ihram: Awal Mula Ibadah Umrah

Sebelum berihram, jamaah dianjurkan mandi, berwudhu, dan mengenakan pakaian ihram, lalu jika memungkinkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Bagi laki-laki, ihram berupa dua helai kain putih tanpa jahitan; bagi perempuan, pakaian yang menutup aurat secara wajar tanpa cadar dan sarung tangan.

Miqat, Batas Memulai Ihram

Miqat adalah titik yang telah ditetapkan sebagai batas mulai berihram. Jamaah yang berangkat dari Madinah biasanya mengambil miqat di Bir Ali (Dzul Hulaifah), sedangkan jamaah yang datang langsung ke Jeddah umumnya mengambil miqat saat pesawat melintasi batas yang ditentukan atau di titik miqat terdekat sesuai arahan pembimbing. Pastikan menanyakan titik miqat yang berlaku untuk rute perjalanan masing-masing kepada pembimbing ibadah.

Bacaan Niat Ihram Umrah

Niat umrah dilafalkan saat memasuki ihram di miqat:

"Nawaitul 'umrata wa aḥramtu bihâ lillâhi ta'âlâ" — "Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karenanya karena Allah Ta'ala."

Setelah berniat, jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram: "Labbaikallahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak."

Larangan Selama Ihram

Begitu berniat ihram, jamaah resmi berada dalam status ihram dan wajib menjauhi larangan-larangannya hingga tahallul. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 197 menegaskan agar jamaah yang berihram menjauhi rafats (perbuatan tidak senonoh), fusuq (berbuat maksiat), dan jidal (bertengkar/berbantah-bantahan).

Larangan yang Berlaku untuk Semua Jamaah

  • Memakai wangi-wangian atau pakaian yang diberi parfum
  • Memotong atau mencabut rambut dan kuku
  • Berburu binatang darat
  • Memotong pohon atau mencabut rumput di tanah haram
  • Melangsungkan atau menjadi wali akad nikah
  • Berhubungan suami istri
  • Bertengkar atau berkata kotor

Larangan Khusus Laki-laki

  • Memakai pakaian berjahit sesuai bentuk tubuh, seperti kemeja atau celana
  • Menutup kepala secara langsung, misalnya dengan peci atau topi

Larangan Khusus Perempuan

  • Memakai cadar atau penutup wajah
  • Memakai sarung tangan

Bila Larangan Terlanggar

Jamaah yang melanggar larangan ihram umumnya dikenai dam, berupa menyembelih seekor kambing, berpuasa tiga hari, atau bersedekah kepada fakir miskin, tergantung jenis pelanggaran. Karena ketentuan dam bisa berbeda-beda menurut mazhab dan situasi, sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan pembimbing ibadah di lapangan.

Tawaf: Mengelilingi Ka'bah Tujuh Kali

Setibanya di Masjidil Haram dalam keadaan berihram dan suci dari hadas, jamaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka'bah tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad. Bagi laki-laki, disunnahkan idhthiba' yaitu membuka bahu kanan dengan menyampirkan kain ihram di bawah ketiak kanan selama tawaf. Setelah tawaf selesai, jamaah dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim jika memungkinkan, atau di tempat lain di area Masjidil Haram apabila padat.

Sai: Antara Shafa dan Marwah

Setelah tawaf, jamaah menuju area sai untuk berjalan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Shafa dan Marwah. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung sebagai satu putaran, dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung putaran berikutnya, sehingga total tujuh kali berakhir di Marwah. Sai tidak sah dilakukan sebelum tawaf selesai secara sempurna.

Tahallul: Menutup Rangkaian Umrah

Rangkaian umrah diakhiri dengan tahallul, yaitu memotong rambut. Bagi laki-laki disunnahkan mencukur habis (gundul), meski memotong sebagian juga sah. Bagi perempuan, cukup memotong ujung rambut kira-kira seukuran ruas jari. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram berakhir dan jamaah boleh kembali memakai pakaian biasa serta beraktivitas seperti sebelumnya.

Catatan Penting agar Umrah Berjalan Tenang

Sebagian ketentuan teknis, seperti titik miqat sesuai maskapai atau rute perjalanan, dapat berubah menyesuaikan kebijakan otoritas Arab Saudi maupun arahan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Karena itu, selalu konfirmasikan detail terbaru kepada pembimbing ibadah resmi sebelum keberangkatan, alih-alih hanya berpegang pada informasi umum. Arfa Tours menyediakan pembimbing ibadah yang mendampingi jamaah pada setiap tahapan ini, dari ihram di miqat hingga tahallul, agar rangkaian rukun dapat dijalankan dengan tertib.

Memahami urutan rukun, bacaan niat, dan larangan ihram sejak sebelum berangkat akan membuat pelaksanaan umrah lebih tenang dan fokus pada kekhusyukan ibadah, bukan sekadar mengejar kelancaran teknis semata.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja rukun umrah?

Rukun umrah ada empat: niat ihram, tawaf mengelilingi Ka'bah tujuh kali, sai antara Shafa dan Marwah tujuh kali, dan tahallul atau memotong rambut. Rukun ini wajib dikerjakan berurutan dan tidak bisa diganti dengan dam bila terlewat.

Bagaimana bacaan niat ihram untuk umrah?

Niat umrah dilafalkan di miqat, misalnya 'Nawaitul umrata wa ahramtu bihaa lillaahi ta'aalaa', yang artinya 'Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karenanya karena Allah Ta'ala'. Niat cukup diucapkan dalam hati, lisan hanya membantu kekhusyukan.

Apa saja larangan selama ihram?

Larangan umum meliputi memakai wangi-wangian, memotong kuku atau rambut, berburu binatang, mencabut tumbuhan, bertengkar, serta berhubungan suami istri. Pria dilarang memakai pakaian berjahit dan penutup kepala, sedangkan wanita dilarang memakai cadar dan sarung tangan.

Apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram?

Jamaah yang melanggar larangan ihram umumnya dikenai dam, yakni menyembelih seekor kambing, berpuasa tiga hari, atau bersedekah kepada fakir miskin, tergantung jenis pelanggarannya. Sebaiknya konsultasikan kasus spesifik dengan pembimbing ibadah.

Berapa kali tawaf dan sai dilakukan saat umrah?

Tawaf dilakukan tujuh putaran mengelilingi Ka'bah dimulai dan diakhiri sejajar Hajar Aswad, dilanjutkan sai tujuh kali perjalanan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah, lalu ditutup dengan tahallul.

Sumber

  1. CNBC Indonesia - Niat dan Tata Cara Umrah Lengkap Sesuai Sunnah
  2. akuislam.com - Panduan Umrah: Tata Cara Mengerjakan Umrah Lengkap
  3. Bank Mega Syariah - Mengenal Apa Itu Ihram, Tata Cara, dan Larangannya

Bacaan lain