Arfa Tours Daftar Umrah

Panduan Umrah: Tata Cara, Doa, Rukun, dan Larangan Ihram

· Panduan ibadah umrah (tata cara, doa, rukun, larangan ihram)
Jemaah mengelilingi Kakbah melakukan tawaf di Masjidil Haram, Mekkah
Foto: Adli Wahid — CC BY-SA 4.0 · sumber

Umrah terdiri dari lima rukun yang harus dilakukan berurutan: ihram (niat) di miqat, tawaf tujuh putaran mengelilingi Kakbah, sa'i tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah, tahallul (memotong rambut), lalu tertib. Jika salah satu rukun ini ditinggalkan, umrah dianggap tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan membayar dam. Artikel ini menjelaskan urutannya secara lengkap, disertai bacaan doa dan daftar larangan yang berlaku selama berihram.

1. Ihram: Niat di Miqat

Ihram adalah niat memasuki keadaan suci untuk memulai umrah, dan dilakukan di miqat, yaitu batas tempat yang telah ditentukan syariat. Jemaah dari Indonesia biasanya mengambil miqat di atas pesawat menjelang memasuki wilayah Qarnul Manazil atau Yalamlam, tergantung rute penerbangan, atau di Bir Ali (Zulhulaifah) bagi yang berangkat dari Madinah menuju Mekkah. Sebelum berihram, jemaah dianjurkan mandi sunnah, memakai wewangian di badan (bukan di kain ihram), lalu mengenakan pakaian ihram: dua lembar kain tanpa jahitan bagi pria, dan pakaian menutup aurat yang tidak menyerupai cadar/sarung tangan bagi wanita.

Bacaan niat umrah:

"Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala, labbaika Allahumma 'umratan."
Artinya: "Aku berniat umrah dan berihram karenanya karena Allah Ta'ala, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah."

Yang menjadi inti dari niat sesungguhnya adalah kesungguhan dalam hati; lafal di atas hanya membantu melafalkan apa yang diniatkan. Setelah niat diucapkan, status ihram resmi berlaku dan seluruh larangan ihram mulai mengikat.

Bacaan Talbiyah

Begitu berihram, jemaah dianjurkan memperbanyak talbiyah sepanjang perjalanan menuju Tanah Suci:

"Labbaik Allaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak."
Artinya: "Aku memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."

Untuk umrah, talbiyah terus dibaca hingga jemaah tiba di Masjidil Haram dan hendak memulai tawaf. Begitu mendekati Hajar Aswad untuk putaran pertama, talbiyah dihentikan dan diganti dengan takbir serta doa memulai tawaf.

2. Tawaf: Mengelilingi Kakbah

Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali, dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad, dengan posisi Kakbah selalu berada di sisi kiri tubuh. Tawaf mensyaratkan jemaah dalam keadaan suci dari hadas, sehingga wudu perlu dijaga sebelum memasuki area tawaf. Tidak ada bacaan wajib tertentu di setiap putaran; jemaah boleh membaca zikir, doa, atau ayat Al-Qur'an sesuai kemampuan, termasuk doa memohon kebaikan dunia dan akhirat yang sering dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.

Setelah tujuh putaran selesai, jemaah dianjurkan salat sunnah dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, atau di tempat lain di Masjidil Haram bila area tersebut padat.

3. Sa'i: Safa dan Marwah

Sa'i adalah berjalan bolak-balik antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Berbeda dari tawaf, sa'i tidak mensyaratkan wudu; jemaah yang berhadas kecil atau bahkan wanita yang sedang haid maupun nifas tetap dapat melaksanakan sa'i karena syarat suci dari hadas bukan ketentuan sah sa'i.

Saat tiba di Safa, jemaah dianjurkan membaca:

"Innas shafa wal marwata min sya'aa'irillah."
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah."

Selanjutnya jemaah boleh berdoa dengan bahasa apa pun sesuai kebutuhan masing-masing, karena tidak ada doa khusus yang diwajibkan di sepanjang lintasan sa'i.

4. Tahallul: Mencukur Rambut

Tahallul menandai berakhirnya masa ihram. Bagi pria, disunnahkan mencukur habis rambut kepala (gundul), meski memotong sebagian juga dianggap cukup. Bagi wanita, cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram gugur dan rangkaian umrah selesai.

Daftar Larangan Selama Ihram

Sejak niat diucapkan di miqat hingga tahallul, jemaah wajib menjaga diri dari larangan berikut. Sebagian berlaku untuk pria dan wanita, sebagian khusus salah satunya.

Berlaku untuk semuaKhusus priaKhusus wanita
Memakai wewangian pada badan, pakaian, atau kain ihramMemakai pakaian berjahit yang membentuk tubuhMenutup wajah dengan cadar/niqab
Memotong atau mencabut kukuMenutup kepala dengan peci, sorban, atau topiMemakai sarung tangan yang menutup telapak tangan
Mencukur atau mencabut rambut dan bulu badanMemakai kaos kaki/sepatu yang menutup mata kaki dan tumit 
Berburu atau membunuh binatang darat yang halal  
Melangsungkan atau menjadi wali akad nikah  
Bercumbu, bersentuhan dengan syahwat, hingga berhubungan suami-istri  

Konsekuensi bagi jemaah yang melanggar larangan seperti mencukur rambut, memotong kuku, atau memakai wewangian umumnya berupa dam yang dapat dipilih salah satu: menyembelih seekor kambing, bersedekah kepada enam orang fakir miskin, atau berpuasa tiga hari. Untuk pelanggaran berat seperti hubungan suami-istri sebelum tahallul awal, ketentuan dam berbeda dan lebih besar. Karena setiap kasus dapat memiliki hukum yang berbeda tergantung waktu dan kondisi pelanggaran, jemaah disarankan berkonsultasi langsung dengan pembimbing ibadah begitu menyadari sebuah larangan terlanggar, agar dam yang dikenakan sesuai dan tidak menimbulkan keraguan.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berangkat

  • Pahami urutan rukun umrah di atas sejak dari rumah, sehingga di lapangan tinggal mempraktikkan.
  • Hafalkan atau simpan catatan bacaan niat, talbiyah, dan doa di Safa agar tidak tergesa saat momen pelaksanaan.
  • Kenakan pakaian ihram yang nyaman dan pastikan sudah dalam kondisi bersih sebelum niat di miqat, karena setelah niat, penggantian pakaian ihram tunduk pada larangan yang berlaku.
  • Pastikan menggunakan jasa Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berizin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, agar bimbingan manasik dan pendampingan selama di Tanah Suci berjalan sesuai standar yang berlaku.

Arfa Tours menyediakan bimbingan manasik sebelum keberangkatan agar jemaah memahami urutan ibadah dan larangan ihram dengan baik sebelum tiba di Tanah Suci. Persiapan yang matang membantu jemaah menjalankan setiap rukun dengan tenang, tanpa tergesa, dan tetap fokus pada kekhusyukan ibadah.

Kesimpulan

Tata cara umrah pada dasarnya sederhana bila dipahami urutannya: niat di miqat, tawaf, sa'i, lalu tahallul. Bagian yang perlu perhatian ekstra justru menjaga diri dari larangan ihram selama proses berlangsung, karena pelanggaran—sekecil apa pun—umumnya berkonsekuensi dam. Mempelajari bacaan doa dan daftar larangan sejak sebelum berangkat akan membuat pelaksanaan ibadah di Tanah Suci lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Pertanyaan yang sering diajukan

apa saja rukun umrah

Rukun umrah ada lima: ihram (niat), tawaf mengelilingi Kakbah tujuh kali, sa'i antara Safa dan Marwah tujuh kali, tahallul (mencukur atau memotong rambut), dan tertib yaitu melakukannya sesuai urutan. Jika salah satu ditinggalkan, umrah tidak sah dan tidak bisa diganti dengan dam.

bagaimana bacaan niat umrah yang benar

Niat umrah dibaca di miqat: "Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala, labbaika Allahumma 'umratan" yang artinya "Aku berniat umrah dan berihram karenanya karena Allah Ta'ala, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah". Yang terpenting niat ada dalam hati, lafal ini hanya bantuan lisan.

apa saja larangan ihram bagi jemaah umrah

Larangan berlaku untuk pria dan wanita meliputi memakai wewangian, memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu badan, berburu binatang darat, dan berhubungan suami-istri. Pria dilarang memakai pakaian berjahit dan menutup kepala; wanita dilarang menutup wajah dan memakai sarung tangan.

kapan talbiyah mulai dan berhenti dibaca

Talbiyah mulai dibaca begitu niat ihram diucapkan di miqat dan terus dilantunkan sepanjang perjalanan menuju Tanah Suci. Untuk umrah, talbiyah berhenti ketika jemaah akan memulai tawaf, tepatnya saat mendekati Hajar Aswad untuk putaran pertama.

apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram

Pelanggaran seperti mencukur rambut, memotong kuku, atau memakai wewangian umumnya dikenai dam berupa menyembelih seekor kambing, bersedekah kepada enam fakir miskin, atau berpuasa tiga hari. Untuk pelanggaran yang lebih berat, ketentuan dam berbeda dan sebaiknya dikonsultasikan kepada pembimbing ibadah.

Sumber

  1. Liputan6 - Doa Niat Umroh Lengkap Arab, Latin, dan Arti
  2. CNN Indonesia - Bacaan Doa Talbiyah Haji dan Waktu Membacanya
  3. MUI - 10 Larangan bagi Orang yang Ihram, Berikut Penjelasannya
  4. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia - Regulasi
  5. Wikimedia Commons - File:The Kaaba during Hajj.jpg

Bacaan lain