Merencanakan Dana Umrah: Biaya, Menabung, dan Waktu Hemat
Biaya umrah reguler saat ini umumnya berkisar Rp23 juta hingga Rp35 juta per orang, tergantung kelas hotel, rute penerbangan, dan musim keberangkatan. Paket dengan hotel bintang lima dekat Masjidil Haram atau fasilitas plus wisata bisa mencapai Rp50 juta ke atas. Angka ini bukan patokan tunggal—kota keberangkatan, waktu pemesanan, dan jumlah jamaah dalam satu kamar juga memengaruhi harga akhir. Bagian berikut menjelaskan komponen yang membentuk biaya tersebut, cara menabung yang realistis, dan waktu keberangkatan yang cenderung lebih hemat.
Komponen yang Membentuk Harga Paket Umrah
Harga sebuah paket umrah bukan angka tunggal yang ditentukan sepihak oleh travel, melainkan gabungan beberapa pos biaya yang masing-masing punya kisaran pasarnya sendiri. Berikut rincian komponen utama yang biasa dijumpai dalam simulasi biaya umrah saat ini.
| Komponen | Kisaran Biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Tiket pesawat pulang-pergi | Rp11 juta – Rp16,5 juta | Penerbangan langsung (direct) sekitar Rp14–16,5 juta; rute transit dengan maskapai berbiaya rendah bisa Rp11–13,5 juta |
| Visa umrah & asuransi perjalanan | Rp1,8 juta – Rp2,5 juta | Komponen wajib yang nilainya relatif tetap |
| Hotel di Makkah & Madinah | Rp4 juta – Rp25 juta | Hotel bintang 3 yang berjarak lebih dari 500 meter dari masjid mulai Rp4–6,5 juta; hotel dekat masjid atau bintang 5 bisa Rp15–25 juta, umumnya kamar sharing berisi 2–4 orang |
| Transportasi darat & konsumsi | Rp2,5 juta – Rp4,5 juta | Bus antar kota Jeddah–Makkah–Madinah dan makan tiga kali sehari selama program |
| Paspor (bila belum punya) | Rp350 ribu – Rp650 ribu | Biaya penerbitan paspor biasa atau elektronik di kantor imigrasi |
| Uang saku pribadi | Rp3 juta – Rp6 juta | Di luar harga paket, untuk oleh-oleh dan kebutuhan harian selama di Tanah Suci |
Dari daftar di atas, tiket pesawat dan hotel biasanya menjadi dua komponen dengan porsi terbesar terhadap total biaya. Karena itu, dua hal ini pula yang paling menentukan mengapa satu paket bisa jauh lebih murah atau lebih mahal dari paket lain—bukan semata-mata soal travel yang "nakal" atau "jujur".
Faktor Lain yang Membuat Harga Paket Berbeda-beda
Selain musim keberangkatan, ada beberapa faktor lain yang membuat dua paket umrah dengan nama "reguler" bisa berbeda harga cukup jauh.
Jumlah jamaah dalam satu kamar hotel sangat memengaruhi harga. Kamar quad (isi 4 orang) biasanya paling murah per kepala, disusul triple (isi 3 orang), lalu double (isi 2 orang) yang paling mahal karena biaya hotel dibagi lebih sedikit orang. Jika anggaran terbatas, memilih kamar quad atau triple bisa menghemat cukup signifikan dibanding double.
Kota keberangkatan juga berpengaruh. Paket dari Jakarta umumnya menjadi acuan harga termurah karena pilihan penerbangan langsung lebih banyak, sementara keberangkatan dari kota lain kadang perlu transit lebih dulu ke Jakarta atau kota hub lain, yang menambah biaya tiket domestik dan waktu tempuh.
Jenis penerbangan turut menentukan: penerbangan langsung dengan maskapai seperti Saudia atau Garuda Indonesia umumnya lebih mahal dibanding penerbangan transit dengan maskapai lain, meski transit biasanya berarti waktu perjalanan lebih panjang dan risiko keterlambatan koneksi lebih besar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan riyal Saudi juga berperan, karena sebagian besar komponen seperti tiket pesawat, visa, dan hotel dihitung dalam mata uang asing sebelum dikonversi ke rupiah. Saat rupiah melemah, travel biasanya perlu menyesuaikan harga jual meski komponen layanan yang diberikan tidak berubah—ini di luar kendali travel maupun jamaah, tapi baik dipahami agar tidak salah menilai kenaikan harga sebagai itikad buruk penyelenggara.
Terakhir, paket "plus" yang menambahkan destinasi wisata seperti Turki, Mesir, atau Dubai dalam satu rangkaian perjalanan tentu menambah biaya tiket dan akomodasi tambahan di luar komponen umrah itu sendiri, sehingga tidak bisa dibandingkan apel-ke-apel dengan paket umrah reguler tanpa tambahan wisata.
Biaya Referensi Pemerintah: Bukan Harga Pas, tapi Batas Pengawasan
Agar jamaah punya acuan saat membandingkan penawaran, regulator menetapkan apa yang disebut Biaya Penyelenggaraan Ibadah Umrah (BPIU) Referensi. Aturan ini pertama ditetapkan senilai Rp20 juta, dan menurut informasi yang beredar kemudian direvisi menjadi sekitar Rp23 juta untuk keberangkatan dari Jakarta ke Jeddah—angka ini sebaiknya dikonfirmasi ulang ke sumber resmi karena bisa berubah sewaktu-waktu dan berbeda untuk kota embarkasi lain.
Penting dipahami, BPIU Referensi bukan berarti setiap paket umrah harus dijual persis di angka tersebut, dan bukan pula harga minimum yang mengikat mati. Fungsinya adalah pedoman pengawasan: jika sebuah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) menjual paket jauh di bawah biaya referensi, ia wajib melaporkan hal itu secara tertulis kepada regulator, karena harga yang terlalu jauh di bawah standar pelayanan minimal berisiko mengorbankan kualitas layanan atau bahkan mengindikasikan penipuan.
Saat ini, pengawasan penyelenggaraan umrah berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Sebelum membayar DP ke travel mana pun, langkah paling mendasar adalah memastikan travel tersebut benar-benar berstatus PPIU aktif dan berizin resmi—bukan sekadar agen atau reseller tanpa izin sendiri. Arfa Tours misalnya beroperasi di bawah PT SBBA dengan izin PPIU yang bisa dicek statusnya, dan langkah verifikasi semacam ini sebaiknya dilakukan ke travel mana pun yang Anda pertimbangkan, bukan hanya karena direkomendasikan orang lain.
Kapan Waktu yang Cenderung Lebih Hemat untuk Berangkat?
Harga paket umrah naik-turun mengikuti musim, dan pola ini cukup konsisten dari tahun ke tahun karena mengikuti permintaan tiket pesawat dan hotel di Arab Saudi.
Periode yang biasanya lebih mahal (high season)
- Bulan Ramadhan, karena permintaan umrah melonjak tajam menjelang dan selama bulan puasa
- Musim libur sekolah dan libur akhir tahun, saat banyak keluarga memilih berangkat bersama
- Periode mendekati musim haji, ketika kapasitas penerbangan dan hotel di Arab Saudi lebih terbatas
Periode yang cenderung lebih hemat (low season)
- Bulan Muharram, Safar, hingga Rabiul Awal dalam kalender Hijriah, karena jumlah jamaah yang berangkat relatif lebih sedikit
- Bulan Juni sampai Agustus, yang bertepatan dengan musim panas di Arab Saudi sehingga cenderung lebih sepi peminat
- Secara umum periode Januari–Maret dan September–November di luar musim liburan juga tergolong low season
Menurut sejumlah travel, harga paket umrah pada low season bisa turun sekitar 10–30% dibandingkan high season, terutama karena harga tiket pesawat ikut turun signifikan. Namun besaran ini bisa berbeda tiap tahun tergantung kondisi maskapai dan nilai tukar, sehingga sebaiknya dicek langsung saat merencanakan tanggal keberangkatan.
Selain memilih bulan yang tepat, memesan paket 6–12 bulan sebelum tanggal keberangkatan juga membuka peluang mendapat harga yang belum naik menjelang musim ramai. Ini bukan jaminan harga akan selalu lebih murah, tapi umumnya harga cenderung naik semakin dekat ke tanggal keberangkatan, terutama menjelang musim padat.
Menabung untuk Umrah: Simulasi yang Realistis
Setelah tahu kisaran biaya dan waktu yang lebih hemat, langkah berikutnya adalah menyusun target menabung yang sesuai kemampuan. Sebagai gambaran, berikut simulasi menabung dengan asumsi target dana Rp30 juta per orang—angka ini hanya contoh perhitungan, bukan patokan biaya yang pasti berlaku untuk semua paket.
| Target Waktu | Tabungan per Bulan | Cocok untuk |
|---|---|---|
| 1 tahun | ± Rp2,5 juta | Penghasilan stabil dan ingin segera berangkat |
| 2 tahun | ± Rp1,25 juta | Target yang paling umum dipilih jamaah |
| 3 tahun | ± Rp850 ribu | Opsi paling ringan untuk anggaran terbatas |
Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu proses menabung agar lebih konsisten:
- Gunakan rekening atau kantong tabungan terpisah khusus untuk dana umrah, agar tidak tercampur dengan kebutuhan harian dan tidak mudah "terpakai" untuk keperluan lain
- Atur autodebet atau transfer otomatis setiap tanggal gajian, sehingga menabung tidak bergantung pada sisa uang di akhir bulan
- Catat dan pantau progres secara berkala, misalnya tiap tiga bulan, untuk melihat apakah target masih realistis atau perlu disesuaikan
- Pisahkan dana umrah dari dana darurat—keduanya sama-sama penting, tapi punya fungsi berbeda dan tidak boleh saling menggantikan
Soal Skema DP dan Cicilan, Apa yang Perlu Diperhatikan?
Banyak PPIU resmi menawarkan skema uang muka (DP) di awal pendaftaran dan pelunasan bertahap sebelum tanggal keberangkatan. Skema ini bisa membantu jamaah yang belum memegang dana penuh, tapi ada beberapa hal yang perlu dipastikan sebelum menyetujuinya:
- Pastikan travel tetap berstatus PPIU aktif, bukan hanya aktif saat pendaftaran lalu bermasalah di kemudian hari
- Tanyakan dengan jelas apakah skema cicilan dikenakan biaya tambahan atau bunga, dan berapa besarannya
- Pahami kebijakan pembatalan dan pengembalian dana (refund) sebelum menandatangani apa pun, termasuk apa yang terjadi jika jadwal keberangkatan berubah
- Hindari memaksakan cicilan yang membebani kebutuhan pokok bulanan—menunda keberangkatan beberapa bulan lebih baik daripada menabung dengan kondisi keuangan yang tertekan
Merencanakan dana umrah pada dasarnya adalah soal menyesuaikan antara kemampuan finansial, waktu yang tersedia, dan level kenyamanan yang diinginkan. Tidak ada rumus tunggal yang berlaku untuk semua orang. Jika Anda ingin mendiskusikan simulasi biaya sesuai kondisi dan target keberangkatan masing-masing, tim Arfa Tours dapat membantu memberikan gambaran komponen biaya secara lebih rinci sebagai bahan pertimbangan, bukan sebagai kepastian harga akhir.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa biaya umroh 2026 yang paling realistis?
Untuk paket reguler, kisaran yang banyak ditemukan di pasar saat ini adalah Rp23-35 juta per orang. Paket dengan hotel bintang lima dekat masjid atau tambahan wisata bisa mencapai Rp50 juta ke atas, tergantung kelas layanan dan musim keberangkatan.
Apa itu biaya referensi umrah?
Biaya referensi (BPIU Referensi) adalah patokan pengawasan yang ditetapkan regulator, bukan harga wajib. Jika sebuah travel menjual jauh di bawah angka ini, ia wajib melapor ke regulator agar standar pelayanan minimal jamaah tetap terjaga.
Bulan apa yang paling murah untuk umroh?
Bulan Muharram, Safar, Rabiul Awal, serta Juni-Agustus (musim panas Saudi) cenderung low season dengan harga lebih hemat. Sebaliknya, Ramadhan, libur sekolah, dan akhir tahun biasanya menjadi periode termahal.
Berapa lama waktu ideal menabung untuk umroh?
Tergantung target dana dan kemampuan bulanan. Sebagai contoh simulasi untuk target Rp30 juta: sekitar Rp2,5 juta/bulan bila menabung 1 tahun, atau Rp1,25 juta/bulan bila menabung 2 tahun.
Apakah boleh umroh dengan cicilan atau DP?
Banyak PPIU resmi menawarkan skema DP dan pelunasan bertahap. Pastikan travel berstatus PPIU aktif, tanyakan apakah ada biaya tambahan, dan pahami kebijakan refund sebelum menyetujui skema cicilan apa pun.
Sumber
Bacaan lain

Mendampingi Lansia di Tanah Suci: Cuaca, Sinyal, Oleh-Oleh
Panduan praktis bagi jamaah lansia dan pendamping: mengatur jadwal ibadah saat cuaca panas, menjaga komunikasi dengan eSIM, dan memahami aturan oleh-oleh di bagasi.

Gua Hira dan Gua Tsur: Dua Situs Sejarah di Makkah
Gua Hira dan Gua Tsur adalah dua situs bersejarah di Makkah yang terkait wahyu pertama dan hijrah Nabi Muhammad, kerap diziarahi jamaah umrah dan haji.

Menabung Sesuai Musim: Merencanakan Dana Umrah dari Nol
Panduan praktis mengenali komponen biaya umrah, menyusun target menabung bulanan, dan memahami musim yang biasanya lebih hemat untuk berangkat.
