Arfa Tours Daftar Umrah

Larangan Ihram dan Dam: Apa yang Wajib Diketahui Jemaah

· Panduan ibadah umrah (tata cara, doa, rukun, larangan ihram)
Jamaah mengenakan pakaian ihram melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Masjidil Haram, Makkah
Foto: Adli Wahid — CC BY-SA 4.0 · sumber

Begitu niat ihram diucapkan di miqat, jemaah umrah terikat pada sejumlah larangan yang berlaku sampai tahallul selesai. Larangan itu meliputi pakaian berjahit dan penutup kepala bagi laki-laki, cadar bagi perempuan, wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu binatang, akad nikah, hingga berhubungan suami istri. Jika salah satu larangan terlanggar, konsekuensinya bisa berupa dam atau fidyah — dan untuk pelanggaran berat, umrah bisa batal dan harus diulang di kesempatan lain. Artikel ini merangkum daftar larangan ihram, niat dan doa yang menyertai rukun umrah, serta langkah yang perlu diambil bila terlanjur melanggar.

Apa Itu Ihram dan Kenapa Ada Larangannya

Ihram adalah status atau niat resmi memasuki ibadah umrah, ditandai dengan mengenakan kain ihram dan melafalkan niat di miqat. Sejak saat itu, jemaah wajib menjaga diri dari hal-hal yang biasanya diperbolehkan dalam keseharian, sebagai bentuk kesetaraan dan penyerahan diri kepada Allah selama beribadah. Status ihram baru berakhir setelah tahallul, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut setelah sa'i selesai.

Niat Ihram dan Talbiyah

Sebelum berihram, jemaah disunnahkan mandi, memakai wewangian pada badan (bukan pada kain ihram), lalu mengenakan pakaian ihram. Niat umrah dilafalkan di miqat, misalnya dengan bacaan "Nawaitul umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala" yang berarti "Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karenanya, karena Allah Ta'ala". Tidak ada doa khusus yang wajib dibaca setelah niat; yang disunnahkan adalah memperbanyak talbiyah:

"Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan-ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak" — "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu."

Talbiyah terus dibaca sejak niat hingga jemaah mulai tawaf mengelilingi Kakbah.

Rukun Umrah Secara Singkat

Empat rukun umrah yang wajib dan tidak bisa digantikan dengan dam adalah:

  • Ihram — niat umrah di miqat.
  • Tawaf — mengelilingi Kakbah tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri di titik sejajar Hajar Aswad.
  • Sa'i — berjalan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah.
  • Tahallul — mencukur habis atau memotong sebagian rambut, menandai selesainya status ihram.

Larangan ihram berlaku sepanjang rangkaian ini, dari niat di miqat sampai tahallul tuntas.

Daftar Larangan Ihram

Menurut penjelasan ulama mazhab Syafi'i yang dirangkum Majelis Ulama Indonesia (MUI), ada sekitar sepuluh perkara yang dilarang selama berihram, baik untuk haji maupun umrah. Berikut rangkumannya:

LaranganBerlaku untukCatatan
Pakaian berjahit yang membentuk tubuh (baju, celana)Laki-lakiHanya boleh dua lembar kain ihram tanpa jahitan
Menutup kepala (peci, sorban, topi)Laki-lakiTermasuk menutup kepala dengan kain ihram itu sendiri
Menutup wajah dengan cadar/niqabPerempuanPerempuan tetap boleh menutup kepala dan rambut
Memakai wewangian pada badan atau pakaianSemuaBerlaku setelah niat ihram diucapkan
Memotong atau mencabut rambut dan kukuSemuaTermasuk menyisir rambut jika berisiko rontok
Berburu atau membunuh binatang buruan daratSemuaBerlaku juga di Tanah Haram di luar masa ihram
Akad nikah, menikahkan, atau meminangSemuaBaik untuk diri sendiri maupun orang lain
Bercumbu atau kontak fisik bersyahwatSemuaTermasuk pasangan suami istri
Berhubungan suami istriSemuaPelanggaran paling berat, dapat membatalkan umrah
Bertengkar, berkata kasar, atau berbuat maksiatSemuaDianjurkan memperbanyak zikir dan talbiyah

Apa yang Terjadi Jika Larangan Terlanggar

Bila salah satu larangan di atas terlanggar tanpa uzur (alasan yang dibenarkan), jemaah umumnya wajib membayar dam atau fidyah. Bentuknya bisa berupa menyembelih seekor kambing atau domba, memberi makan sejumlah fakir miskin, atau berpuasa selama beberapa hari — pilihan dan ketentuan jumlahnya sebaiknya dikonfirmasikan kepada pembimbing ibadah atau ustaz pendamping, karena bisa berbeda tergantung jenis pelanggaran dan mazhab yang diikuti.

Untuk pelanggaran ringan seperti memotong kuku secara tidak sengaja atau terkena wewangian tanpa disadari, sebagian ulama memberi keringanan selama ada uzur. Namun pelanggaran berat seperti berhubungan suami istri sebelum tahallul kedua dianggap merusak ibadah umrah dan mengharuskan jemaah mengulang (qada) di kesempatan berikutnya, selain tetap menunaikan dam.

Karena ketentuan dam bisa bercabang tergantung situasi, jemaah sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri saat ragu. Bertanya kepada pembimbing ibadah yang mendampingi rombongan adalah langkah paling aman dibanding menebak-nebak hukumnya sendiri di tanah suci.

Doa dalam Rangkaian Tawaf

Sebelum memulai tawaf, jemaah disunnahkan membaca niat tawaf, misalnya "Allahumma inni uridu tawafa baitika al-harami sab'ata ashwatin tawafa al-'umrati lillahi ta'ala" — "Ya Allah, aku hendak mengerjakan tawaf Baitullah tujuh keliling, tawaf umrah, karena Allah Ta'ala". Tidak ada bacaan wajib di setiap putaran, tetapi doa yang umum dipanjatkan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah:

"Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'azaban-nar" — "Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari azab neraka."

Setelah tujuh putaran selesai, jemaah dianjurkan salat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, dilanjutkan doa memohon ampunan dan agar ibadahnya diterima, sebelum melanjutkan ke sa'i.

Tips Menjaga Diri dari Pelanggaran Ihram

  • Potong kuku dan rapikan rambut sebelum berangkat ke miqat, bukan setelah niat ihram diucapkan.
  • Gunakan wewangian pada badan sebelum berihram, hindari menyemprotkannya ke kain ihram.
  • Laki-laki sebaiknya menyiapkan kain ihram cadangan agar tidak tergoda memakai penutup kepala saat kepanasan.
  • Perempuan bisa memakai topi lebar atau payung untuk melindungi wajah dari matahari tanpa menyentuh wajah dengan cadar.
  • Jaga ucapan dan sikap terhadap sesama jemaah, terutama saat berdesakan di area tawaf.

Pembimbing ibadah dari biro perjalanan resmi biasanya mengingatkan larangan ini berulang kali menjelang miqat, termasuk yang dilakukan tim Arfa Tours saat membimbing jemaahnya. Mengingat aturan teknis seperti jenis dam atau tata cara pembayarannya bisa berbeda antarmazhab dan sewaktu-waktu diperbarui oleh otoritas terkait, jemaah tetap disarankan mengonfirmasi ke pembimbing ibadah atau merujuk panduan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sebelum berangkat.

Pertanyaan yang sering diajukan

apa saja larangan ihram bagi laki-laki dan perempuan

Larangan umum berlaku untuk semua jemaah: memakai wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu binatang, akad nikah, dan berhubungan suami istri. Larangan khusus laki-laki: pakaian berjahit dan menutup kepala. Larangan khusus perempuan: menutup wajah dengan cadar atau niqab.

apa yang terjadi jika melanggar larangan ihram

Pelanggaran seperti memotong kuku atau memakai wewangian umumnya dikenai dam berupa menyembelih hewan, memberi makan fakir miskin, atau berpuasa. Pelanggaran berat seperti berhubungan suami istri sebelum tahallul dapat membatalkan umrah dan mewajibkan qada di kesempatan berikutnya.

bagaimana bacaan niat ihram untuk umrah

Niat umrah diucapkan di miqat, misalnya 'Nawaitul umrata wa ahramtu biha lillahi ta'ala' yang artinya 'Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karenanya, karena Allah Ta'ala', dilanjutkan membaca talbiyah berulang-ulang.

bolehkah memakai wewangian sebelum ihram

Boleh. Memakai wewangian pada badan sebelum niat ihram diucapkan di miqat umumnya diperbolehkan menurut sejumlah ulama, namun begitu niat ihram dilafalkan, penggunaan wewangian baru di badan atau pakaian menjadi larangan.

apa doa yang dibaca saat tawaf

Tidak ada bacaan wajib di setiap putaran, tetapi doa yang umum dibaca antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah 'Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina azaban nar', memohon kebaikan dunia akhirat dan perlindungan dari api neraka.

Sumber

  1. MUI - 10 Larangan Bagi Orang yang Ihram, Berikut Penjelasannya
  2. CNN Indonesia - 10 Larangan Ihram untuk Laki-Laki dan Perempuan saat Umrah
  3. Telkomsel - Mengenal Ihram: Pengertian, Tata Cara, Bacaan & Larangannya
  4. AkuIslam - Panduan Tawaf: Niat, Cara & Bacaan Semasa Tawaf

Bacaan lain