Hitung Mundur Umrah: Persiapan dari H-60 sampai H-1
Paspor minimal berlaku 6 bulan, vaksin meningitis dan polio, visa yang diproses lewat PPIU atau aplikasi Nusuk, koper yang tidak melebihi batas bagasi maskapai, serta fisik yang cukup kuat untuk berjalan jauh — itulah lima hal yang paling sering ditanyakan calon jemaah menjelang keberangkatan umrah. Alih-alih menghafal daftar panjang, akan lebih mudah jika persiapan ini disusun berdasarkan waktu: apa yang perlu selesai di H-60, H-30, H-14, hingga H-1. Berikut rangkumannya, disusun dari sejumlah sumber terbaru soal persyaratan umrah.
Kerangka Waktu Persiapan Umrah
Setiap penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) biasanya sudah memberi jadwal pengumpulan dokumen ke jemaahnya. Namun sebagai gambaran umum, berikut kerangka waktu yang bisa dijadikan pegangan.
| Waktu | Yang perlu dikerjakan |
|---|---|
| H-60 hari | Cek masa berlaku paspor, ajukan perpanjangan bila kurang dari 6 bulan, siapkan KTP, KK, dan pas foto latar putih |
| H-30 hari | Lengkapi dokumen ke PPIU untuk proses visa, mulai jadwalkan vaksinasi, mulai latihan fisik ringan |
| H-14 hari | Pastikan vaksin meningitis dan polio sudah didapat, unduh sertifikat eICV, lakukan medical check-up bila punya riwayat penyakit tertentu |
| H-7 hari | Konfirmasi tiket, jadwal keberangkatan, dan ketentuan bagasi maskapai; mulai menyiapkan barang bawaan |
| H-1 hari | Timbang koper, cek ulang dokumen (paspor, visa, eICV) dalam satu tas yang mudah dijangkau |
Urutan ini bersifat umum. Jadwal pasti bisa berbeda tergantung ketersediaan slot vaksinasi, proses visa, dan kebijakan maskapai, jadi tetap ikuti arahan dari PPIU tempat Anda mendaftar.
Dokumen Perjalanan: Paspor, Visa, dan Berkas Pendukung
Paspor
Syarat yang paling umum ditemukan adalah paspor harus berlaku minimal 6 bulan terhitung sejak tanggal keberangkatan, dan nama pada paspor sebaiknya terdiri dari minimal dua kata. Sebagian PPIU menerapkan standar yang lebih ketat, misalnya meminta sisa masa berlaku 8 bulan, sehingga lebih aman jika Anda mengecek langsung ke petugas pendaftaran. Bila paspor Anda hanya bertuliskan satu kata nama, sebagian kantor imigrasi bisa membantu menambahkan nama sesuai dokumen kependudukan sebelum paspor diterbitkan.
Visa Umrah
Visa umrah diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi, bukan oleh pihak Indonesia. Untuk jemaah yang berangkat melalui biro perjalanan berizin PPIU dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, pengurusan visa umumnya sudah termasuk dalam proses pendaftaran paket — PPIU yang akan mengumpulkan dokumen dan mengajukannya ke otoritas Saudi. Bagi jemaah yang memilih skema mandiri, visa bisa diajukan sendiri lewat aplikasi resmi Nusuk. Karena proses dan lama pengurusan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Arab Saudi, jangan menganggap visa pasti terbit sebelum benar-benar keluar, dan selalu konfirmasikan statusnya ke PPIU Anda.
Dokumen Pendukung Lain
- KTP dan Kartu Keluarga (asli dan fotokopi)
- Pas foto terbaru dengan latar belakang putih
- Buku nikah asli, khusus bagi pasangan suami-istri yang berangkat bersama
- Bukti pemesanan transportasi darat di Arab Saudi, biasanya sudah disiapkan oleh PPIU
- Salinan sertifikat vaksinasi (eICV) yang dibawa terpisah dari paspor
Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan
Vaksin Meningitis ACWY
Vaksin meningitis meningokokus ACWY masih menjadi syarat wajib untuk penerbitan visa umrah — tanpa sertifikat ini, proses visa umumnya tidak bisa diteruskan. Beberapa sumber menyebut vaksin sebaiknya diberikan paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan, sementara sumber lain menganjurkan jarak 3-4 minggu agar kekebalan tubuh terbentuk lebih optimal. Karena ada perbedaan rekomendasi ini, sebaiknya tanyakan langsung ke petugas kesehatan di klinik vaksinasi haji-umrah soal waktu paling aman untuk jadwal keberangkatan Anda.
Vaksin Polio
Selain meningitis, vaksin polio (Inactivated Polio Vaccine/IPV) kini juga disebut sebagai persyaratan tambahan bagi jemaah Indonesia. Ketentuan soal vaksin wajib bisa berubah mengikuti kebijakan kesehatan yang berlaku, jadi pastikan Anda mengecek persyaratan terbaru ke PPIU atau layanan kesehatan haji-umrah setempat sebelum menjadwalkan vaksinasi, alih-alih hanya mengandalkan informasi lama.
Sertifikat Vaksinasi dan Pemeriksaan Kesehatan
Setelah divaksin, jemaah akan menerima sertifikat elektronik (eICV/International Certificate of Vaccination) yang diterbitkan fasilitas kesehatan resmi seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan bisa diakses lewat aplikasi kesehatan resmi pemerintah. Bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau gangguan jantung, pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) sangat dianjurkan sebelum berangkat — idealnya satu hingga dua bulan sebelumnya, agar ada waktu jika dokter merekomendasikan penyesuaian obat atau pemulihan kondisi tertentu.
Menyiapkan Koper dan Barang Bawaan
Batas bagasi berbeda-beda tergantung maskapai yang digunakan dalam paket umrah Anda, sehingga angka di bawah ini sifatnya kisaran umum yang perlu dikonfirmasi ulang ke tiket masing-masing.
| Jenis bagasi | Kisaran umum |
|---|---|
| Tas kabin | Maksimal sekitar 7 kg, dimensi sekitar 56 x 45 x 25 cm |
| Koper bagasi tercatat | Sekitar 23-30 kg tergantung maskapai (beberapa maskapai Timur Tengah mengizinkan hingga 30 kg) |
Beberapa hal yang bisa membantu proses packing:
- Sisakan sekitar seperempat ruang koper untuk oleh-oleh atau air zamzam saat pulang
- Simpan pakaian ihram, obat pribadi, dan dokumen penting di tas kabin agar mudah dijangkau
- Gunakan koper berbahan ringan namun kokoh, misalnya polycarbonate, untuk melindungi barang yang mudah pecah
- Timbang koper di rumah sebelum berangkat ke bandara, supaya tidak kaget dengan biaya kelebihan bagasi di konter check-in
- Pisahkan barang berdasarkan kebutuhan — yang sering dipakai di bagian atas, yang jarang dipakai di bagian dasar koper
Persiapan Fisik Menjelang Keberangkatan
Rangkaian ibadah umrah — mulai dari tawaf, sa'i, hingga berjalan di area masjid yang luas — menuntut stamina berjalan kaki dalam waktu lama. Latihan fisik ringan yang dimulai sekitar 2-4 minggu sebelum keberangkatan bisa membantu tubuh lebih siap. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Jalan kaki 20-30 menit setiap hari, ditingkatkan bertahap durasi atau jaraknya setiap minggu
- Sesekali berjalan sambil membawa tas ringan, untuk membiasakan tubuh membawa barang seperti saat di Tanah Suci
- Menjaga pola makan bergizi seimbang dan memperbanyak minum air putih menjelang keberangkatan
- Beristirahat cukup, terutama beberapa hari terakhir sebelum penerbangan, untuk mengurangi kelelahan akibat jet lag
Bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki keterbatasan fisik, latihan cukup disesuaikan dengan kemampuan masing-masing — jalan santai singkat yang konsisten lebih baik daripada memaksakan latihan berat dalam waktu singkat.
Menutup Persiapan Sebelum Berangkat
Sebagian besar kendala menjelang keberangkatan umrah sebenarnya bukan soal ibadahnya, melainkan soal detail administratif yang terlewat: paspor yang hampir habis masa berlaku, jadwal vaksin yang mepet, atau koper yang baru ditimbang di bandara. Menyusun persiapan berdasarkan waktu seperti di atas membantu mengurangi risiko tersebut. Arfa Tours, sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah berizin PPIU, biasanya membantu jemaahnya dengan pengingat jadwal dokumen dan vaksinasi menjelang keberangkatan, namun kepastian akhir seperti terbitnya visa tetap berada di tangan otoritas Arab Saudi. Karena itu, semakin awal dokumen dan vaksinasi diurus, semakin longgar waktu yang tersisa untuk menyesuaikan bila ada kendala di tengah jalan.
Pertanyaan yang sering diajukan
berapa lama paspor harus berlaku sebelum berangkat umrah
Paspor umumnya harus berlaku minimal 6 bulan sejak tanggal keberangkatan, dan nama pada paspor sebaiknya terdiri dari minimal dua kata. Sebagian penyelenggara mensyaratkan sisa masa berlaku lebih panjang, jadi tetap konfirmasikan ke PPIU tempat Anda mendaftar.
apa saja vaksin wajib untuk umrah
Dua vaksin yang umum disyaratkan adalah meningitis meningokokus ACWY dan polio (IPV). Sertifikatnya diterbitkan dalam bentuk eICV melalui fasilitas kesehatan resmi seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan. Karena ketentuan bisa berubah, cek kembali persyaratan terbaru ke PPIU atau layanan kesehatan haji-umrah.
kapan waktu terbaik suntik vaksin meningitis sebelum umrah
Sebagian sumber menyebut vaksin meningitis sebaiknya diberikan paling lambat dua minggu sebelum keberangkatan, namun ada juga anjuran 3-4 minggu agar kekebalan tubuh terbentuk optimal. Untuk kepastian jadwal, tanyakan langsung ke petugas kesehatan atau klinik vaksinasi haji-umrah.
berapa berat bagasi yang diperbolehkan saat umrah
Batasnya tergantung maskapai, tapi kisaran umum adalah 23-30 kg untuk bagasi tercatat dan 7 kg untuk tas kabin. Beberapa maskapai Timur Tengah mengizinkan hingga 30 kg. Selalu cek ketentuan pasti dari maskapai yang tertera di tiket paket umrah Anda.
kapan sebaiknya mulai latihan fisik sebelum berangkat umrah
Idealnya latihan fisik ringan seperti jalan kaki dimulai 2-4 minggu sebelum keberangkatan, dengan durasi bertahap dari 20-30 menit per hari. Ini membantu tubuh terbiasa untuk tawaf dan sa'i yang menuntut banyak berjalan di area terbuka.
Sumber
- Persyaratan Umroh 2026: Dokumen, Vaksinasi, dan Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib Dipenuhi - ANTARA News Aceh
- Syarat & Cara Mengurus Visa Umroh 2026 - JavaMifi
- Ukuran Koper Umroh yang Ideal: Panduan Lengkap Kabin, Bagasi, dan Tips Packing - Liputan6
- File: Passport and Luggage (5778139343).jpg - Wikimedia Commons
Bacaan lain

Mendampingi Lansia di Tanah Suci: Cuaca, Sinyal, Oleh-Oleh
Panduan praktis bagi jamaah lansia dan pendamping: mengatur jadwal ibadah saat cuaca panas, menjaga komunikasi dengan eSIM, dan memahami aturan oleh-oleh di bagasi.

Gua Hira dan Gua Tsur: Dua Situs Sejarah di Makkah
Gua Hira dan Gua Tsur adalah dua situs bersejarah di Makkah yang terkait wahyu pertama dan hijrah Nabi Muhammad, kerap diziarahi jamaah umrah dan haji.

Menabung Sesuai Musim: Merencanakan Dana Umrah dari Nol
Panduan praktis mengenali komponen biaya umrah, menyusun target menabung bulanan, dan memahami musim yang biasanya lebih hemat untuk berangkat.
