Kumpulan Doa Umrah: Niat, Tawaf, Sa'i, hingga Tahallul
Doa yang paling dibutuhkan jamaah umrah ada lima: niat ihram, talbiyah, doa saat tawaf, doa saat sa'i, dan doa tahallul. Kelimanya bisa dibaca dalam bahasa Arab mengikuti tuntunan, atau dengan bahasa sendiri jika belum hafal — yang menjadi rukun adalah perbuatannya (berihram, tawaf, sa'i, bercukur), bukan hafalan lafal tertentu. Artikel ini mengumpulkan bacaan-bacaan tersebut secara berurutan sesuai tahapan umrah, lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya, agar mudah dibuka kembali saat di Tanah Suci.
Doa Niat Ihram di Miqat
Niat umrah diucapkan ketika jamaah berihram di miqat, sebelum memasuki wilayah haram. Bacaan yang umum digunakan:
| Arab | لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بِعُمْرَةٍ |
| Latin | Labbaika Allahumma bi 'umratin |
| Arti | Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berumrah |
Niat ini cukup dihadirkan dalam hati; lafal di atas membantu menuntun kesadaran bahwa ibadah dimulai sejak saat itu. Setelah berniat, jamaah disunnahkan memperbanyak talbiyah selama perjalanan menuju Makkah.
Talbiyah
| Arab | لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ |
| Latin | Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika lak |
| Arti | Aku datang memenuhi panggilan-Mu, ya Allah. Tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. |
Talbiyah dibaca berulang-ulang selama dalam keadaan ihram, berhenti ketika jamaah mulai tawaf.
Doa Memasuki Masjidil Haram
Saat memasuki Masjidil Haram, jamaah dianjurkan membaca doa masuk masjid pada umumnya, yang intinya memohon rahmat dan ampunan Allah serta dibukakan pintu rahmat-Nya. Sebagian jamaah menambahkan doa khusus ketika pertama kali melihat Ka'bah, berupa pujian dan permohonan agar diberi kemuliaan, rezeki, dan kebaikan di dunia dan akhirat. Tidak ada teks tunggal yang baku untuk doa ini, sehingga jamaah bisa membaca versi yang dihafal dari buku manasik masing-masing kelompok bimbingan.
Doa saat Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah tujuh kali berlawanan arah jarum jam, dimulai dan diakhiri di sisi Hajar Aswad. Yang menjadi rukun adalah putaran itu sendiri beserta syaratnya (suci dari hadas, menutup aurat, dan dilakukan di dalam area yang ditentukan), bukan bacaan tertentu di setiap putaran. Karena itu, sebagian jamaah mengisi tawaf dengan zikir, membaca Al-Qur'an, atau doa bebas, sementara sebagian lain mengikuti doa-doa anjuran yang berbeda di setiap putaran sesuai buku bimbingan yang dipegang.
Satu doa yang paling luas dipakai dan mudah dihafal, biasa disebut doa sapu jagad, adalah:
| Arab | رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ |
| Latin | Rabbana atina fid dun-ya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban naar |
| Arti | Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka |
Doa ini dapat diulang-ulang di setiap putaran bagi jamaah yang belum menghafal bacaan khusus untuk masing-masing putaran. Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah yang mampu disunnahkan shalat dua rakaat di dekat Maqam Ibrahim, lalu — jika memungkinkan — berdoa di Multazam, area di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah, dengan doa dan permohonan pribadi.
Doa Minum Air Zamzam
Sebelum atau setelah tawaf, jamaah biasanya minum air zamzam sambil berdoa memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit. Tidak ada lafal baku yang disepakati semua ulama untuk doa ini; intinya adalah memanjatkan permohonan sambil meminum air zamzam dengan penuh kesadaran bahwa itu adalah air yang diberkahi.
Doa dan Niat Sa'i
Sa'i dilakukan setelah tawaf, yaitu berjalan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya sebanyak tujuh kali. Niat sa'i dibaca saat berdiri di Bukit Safa:
| Arab | اَللّٰهُمَّ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أَسْعَى بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ سَبْعَةَ أَشْوَاطٍ سَعْيَ الْعُمْرَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى |
| Latin | Allahumma innii uriidu an as'aa baynash shafaa wal marwati sab'ata aswaatin sa'yal 'umrati lillaahi ta'aalaa |
| Arti | Ya Allah, aku hendak melakukan sa'i antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali, sa'i umrah, karena Allah Ta'ala |
Bagi jamaah laki-laki, pada ruas tertentu antara dua tanda (biasanya disebut area pilar atau lampu hijau) disunnahkan berjalan agak cepat (bukan berlari). Pada ruas itu, doa yang sering dibaca berisi permohonan ampunan dan rahmat. Di luar ruas tersebut, sa'i bisa diisi zikir atau doa bebas sesuai kebutuhan masing-masing. Sa'i dihitung satu kali perjalanan dari Safa ke Marwah atau sebaliknya, sehingga tujuh kali berakhir di Bukit Marwah.
Doa Tahallul
Tahallul adalah mencukur habis (bagi laki-laki) atau memotong sebagian kecil rambut (bagi perempuan) sebagai tanda umrah telah selesai. Doa yang dibaca saat atau setelah mencukur umumnya berisi permohonan agar setiap helai rambut yang terpotong dicatat sebagai kebaikan dan menghapus satu kesalahan. Setelah tahallul, larangan-larangan ihram tidak lagi berlaku dan jamaah boleh kembali pada kebiasaan sehari-hari.
Ringkasan Urutan Doa
| Tahap | Doa Utama | Kapan Dibaca |
|---|---|---|
| Ihram | Niat umrah | Di miqat, sebelum masuk area haram |
| Perjalanan | Talbiyah | Berulang hingga mulai tawaf |
| Masuk masjid | Doa masuk masjid / melihat Ka'bah | Saat tiba di Masjidil Haram |
| Tawaf | Zikir bebas atau doa sapu jagad | Selama tujuh putaran |
| Minum zamzam | Doa memohon ilmu, rezeki, kesembuhan | Sebelum/setelah tawaf |
| Sa'i | Niat sa'i, doa di ruas tertentu | Tujuh kali Safa-Marwah |
| Tahallul | Doa saat mencukur rambut | Setelah sa'i selesai |
Catatan Praktis
- Simpan buku saku doa atau aplikasi manasik yang sudah diverifikasi pembimbing, karena kondisi di lapangan (berdesakan, cuaca panas, antrean) membuat sulit membuka ponsel terus-menerus.
- Jangan memaksakan hafalan panjang jika belum siap — memahami makna doa pendek lebih utama daripada mengejar hafalan panjang tapi terbata-bata.
- Dengarkan arahan pembimbing dari kelompok perjalanan, termasuk Arfa Tours, karena urutan praktis di lapangan (misalnya kapan rombongan berkumpul sebelum tawaf) bisa menyesuaikan kondisi musim dan kepadatan jamaah.
- Jika ragu antara beberapa versi doa yang beredar, pilih yang paling dikuasai dan dipahami maknanya, karena kekhusyukan lebih penting daripada memastikan satu versi lafal yang "paling benar".
Doa-doa di atas adalah bacaan yang paling sering dicari jamaah sebelum berangkat. Sebagian merupakan anjuran yang beredar luas dalam buku-buku manasik, bukan teks yang disepakati tunggal oleh semua mazhab, sehingga tidak masalah bila versi yang jamaah pegang sedikit berbeda redaksinya. Yang penting, rukun dan wajib umrah tetap terpenuhi, dan doa menjadi pelengkap yang membantu kekhusyukan selama ibadah berlangsung.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bacaan niat umrah yang benar?
Niat umrah yang umum dibaca di miqat adalah 'Labbaika Allahumma bi umratin' (Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk berumrah). Niat ini cukup diucapkan dalam hati, lafal Arab hanya penuntun agar lebih mudah menghadirkan kesadaran niat.
Apakah doa tawaf harus hafal teks Arab tertentu di setiap putaran?
Tidak wajib. Rukun tawaf adalah mengelilingi Ka'bah tujuh kali dengan syarat yang terpenuhi, bukan bacaan tertentu. Banyak buku manasik mencantumkan doa anjuran per putaran, tetapi jamaah boleh berzikir, membaca Al-Qur'an, atau berdoa dengan bahasa sendiri.
Doa apa yang dibaca saat sa'i di antara pilar hijau?
Saat melintasi area antara dua pilar hijau (bagi jamaah laki-laki disunnahkan berjalan agak cepat), doa yang umum dibaca antara lain memohon ampunan, rahmat, dan kemuliaan dari Allah. Di luar area itu, sa'i bisa diisi zikir atau doa bebas.
Apa doa yang dibaca saat tahallul atau mencukur rambut?
Doa tahallul pada umumnya berisi permohonan agar setiap helai rambut yang dicukur atau dipotong dicatat sebagai kebaikan dan penghapus kesalahan. Doa ini dibaca sambil atau setelah mencukur/menggunting rambut sebagai tanda umrah selesai.
Bolehkah berdoa dengan bahasa Indonesia saat umrah jika belum hafal bahasa Arab?
Boleh. Hafalan lafal Arab bersifat anjuran untuk mengikuti tuntunan, tetapi inti ibadah ada pada kekhusyukan dan pemahaman makna. Jamaah yang belum hafal dapat membaca doa dengan bahasa sendiri atau membawa buku panduan kecil.
Sumber
Bacaan lain

Mendampingi Lansia di Tanah Suci: Cuaca, Sinyal, Oleh-Oleh
Panduan praktis bagi jamaah lansia dan pendamping: mengatur jadwal ibadah saat cuaca panas, menjaga komunikasi dengan eSIM, dan memahami aturan oleh-oleh di bagasi.

Gua Hira dan Gua Tsur: Dua Situs Sejarah di Makkah
Gua Hira dan Gua Tsur adalah dua situs bersejarah di Makkah yang terkait wahyu pertama dan hijrah Nabi Muhammad, kerap diziarahi jamaah umrah dan haji.

Menabung Sesuai Musim: Merencanakan Dana Umrah dari Nol
Panduan praktis mengenali komponen biaya umrah, menyusun target menabung bulanan, dan memahami musim yang biasanya lebih hemat untuk berangkat.
