Daftar Periksa Sebelum Umrah: Dokumen sampai Fisik
Enam hal paling sering membuat jemaah umrah kelabakan menjelang keberangkatan: paspor yang ternyata kurang masa berlaku, visa yang belum keluar, sertifikat vaksin yang belum lengkap, koper yang kelebihan berat, dan badan yang belum terbiasa berjalan jauh. Semua ini sebenarnya bisa dicek jauh-jauh hari dengan daftar yang jelas, bukan menjelang hari H.
Dokumen dan Paspor: yang Wajib Dicek Lebih Dulu
Paspor adalah dokumen pertama yang harus dipastikan beres. Standar umum yang dipakai PPIU adalah paspor masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan, dengan nama pemegang paspor terdiri dari minimal dua kata (nama tunggal biasanya perlu penyesuaian lebih dulu). Sebagian sumber menyebut kedutaan Arab Saudi meminta masa berlaku tujuh bulan, jadi lebih aman mengonfirmasi langsung ke travel atau kantor imigrasi jika masa berlaku paspor Anda pas-pasan di angka enam bulan.
Dokumen pendukung yang perlu disiapkan sejak awal:
- KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli dan fotokopi
- Pas foto biometrik dengan latar belakang putih, sesuai ketentuan visa Saudi
- Buku nikah asli, khusus bagi pasangan suami-istri yang berangkat bersama
- Fotokopi paspor dan kartu vaksin yang disimpan terpisah dari dokumen asli
Simpan salinan digital (foto atau scan) semua dokumen ini di ponsel dan email pribadi, sebagai cadangan jika dokumen fisik hilang atau tertinggal.
Visa Umrah: Hanya Lewat PPIU Berizin dan Sistem Nusuk
Visa umrah tidak bisa diajukan sendiri secara mandiri ke kedutaan seperti visa wisata pada umumnya. Pengajuannya berjalan lewat sistem Nusuk yang hanya bisa diakses oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang berizin resmi dan terdaftar di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Karena itu, pastikan dokumen seperti paspor dan pas foto sudah diserahkan ke travel jauh-jauh hari, karena proses penerbitan visa membutuhkan waktu dan bergantung pada kelengkapan berkas di awal.
Arfa Tours, sebagai PPIU resmi (izin PT SBBA nomor 29122200379750004), memproses pengajuan visa jemaah melalui jalur ini. Prosesnya tetap bergantung pada kelengkapan dokumen jemaah dan kebijakan otoritas Saudi, sehingga tidak ada jaminan waktu terbit yang pasti — semakin cepat dokumen lengkap, semakin longgar waktu untuk antisipasi kendala.
Vaksinasi: Meningitis ACWY dan Polio
Vaksin meningitis meningokokus (ACWY) adalah syarat wajib untuk visa haji dan umrah, berdasarkan Peraturan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2025 serta Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/A/1206/2025 tentang Pelaksanaan Imunisasi bagi Jemaah Haji dan Umrah. Tanpa sertifikat vaksin yang sah dalam sistem, visa umumnya tidak bisa diterbitkan.
Karena Indonesia termasuk negara yang dipantau terkait polio, jemaah asal Indonesia juga diwajibkan vaksin polio (Inactivated Polio Vaccine/IPV) sesuai ketentuan kesehatan internasional yang berlaku saat ini.
| Hal | Ketentuan |
|---|---|
| Waktu vaksinasi | Minimal 10 hari, idealnya 10-14 hari sebelum keberangkatan, agar antibodi terbentuk optimal |
| Masa berlaku vaksin konjugat (ACWY) | Sekitar 5 tahun |
| Masa berlaku vaksin polisakarida | Sekitar 2-3 tahun, tergantung jenis — konfirmasikan ke fasilitas vaksinasi saat suntik ulang |
| Lokasi layanan | UPT Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes atau fasilitas kesehatan berizin layanan vaksinasi internasional |
| Bukti vaksinasi | International Certificate of Vaccination (ICV), tersedia fisik dan digital lewat aplikasi SATUSEHAT |
Jika Anda sudah pernah divaksin meningitis untuk haji atau umrah sebelumnya, cek dulu tanggal dan jenis vaksin pada kartu ICV lama — jika masa berlakunya masih mencukupi, kemungkinan tidak perlu suntik ulang, tapi ini tetap perlu dikonfirmasi ke petugas kesehatan karena aturan dan jenis vaksin bisa berbeda-beda.
Pemeriksaan Kesehatan: Jangan Ditunda sampai Mendekati Hari H
Selain vaksin wajib, pemeriksaan kesehatan umum (medical check-up) sangat dianjurkan, terutama bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau gangguan jantung. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan satu sampai dua bulan sebelum keberangkatan, mencakup tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi jantung, supaya ada cukup waktu untuk menyesuaikan pengobatan bila dokter menemukan sesuatu yang perlu ditangani lebih dulu.
Bawa obat-obatan pribadi dalam jumlah cukup untuk seluruh masa perjalanan, lengkap dengan salinan resep berbahasa Inggris atau keterangan dokter, untuk berjaga-jaga bila diperiksa di bandara.
Koper dan Barang Bawaan: Prinsip Dasar Packing
Batas berat bagasi berbeda-beda tergantung maskapai dan paket yang diambil — sebagian sumber menyebut kisaran 20 hingga 30 kg untuk bagasi tercatat plus sekitar 7 kg bagasi kabin, tapi angka pastinya tetap perlu dikonfirmasi ke travel sebelum packing. Prinsip yang berlaku umum:
- Tanyakan dulu jatah bagasi per orang ke travel, baru susun strategi packing
- Sisakan ruang kosong beberapa kilogram di koper berangkat untuk oleh-oleh saat pulang
- Timbang koper di rumah sebelum berangkat ke bandara, agar tidak kena biaya kelebihan bagasi
- Pisahkan dokumen penting (paspor, visa, kartu vaksin) dari koper bagasi — simpan di tas kabin
- Bawa sandal yang sudah biasa dipakai, bukan sandal baru, karena jemaah bisa berjalan 10-15 km sehari
- Siapkan jaket tipis untuk di dalam masjid dan pesawat yang suhu AC-nya cukup dingin
Untuk daftar barang yang dilarang dibawa dalam bagasi maupun tas kabin, sebaiknya dicek terpisah lewat ketentuan resmi maskapai dan bea cukai, karena aturan ini cukup rinci dan berubah dari waktu ke waktu.
Latihan Fisik: Membiasakan Tubuh Berjalan Jauh
Selama umrah, jemaah banyak berjalan kaki saat tawaf, sa'i, dan berpindah antar lokasi, sering kali di lantai marmer dan cuaca panas. Latihan fisik sebaiknya dimulai setidaknya dua sampai empat minggu sebelum keberangkatan, dengan pola bertahap seperti berikut:
| Minggu | Latihan jalan kaki |
|---|---|
| Minggu 1 | 20-30 menit, 4 kali seminggu |
| Minggu 2 | 40-45 menit, 4-5 kali seminggu |
| Minggu 3 | 60 menit, 3 kali seminggu, dengan jeda singkat di tengah |
Agar lebih mendekati kondisi sebenarnya, latihan bisa dilakukan memakai sandal yang akan dibawa ke Tanah Suci, di permukaan keras seperti keramik, dan sesekali di bawah terik matahari. Membawa tas ransel ringan saat latihan juga membantu tubuh terbiasa dengan beban yang biasa dibawa jemaah sehari-hari di sana.
Menyatukan Semua dalam Satu Daftar Periksa
Agar tidak ada yang terlewat, enam area ini bisa dicek ulang sebagai satu kesatuan sebelum hari keberangkatan:
| Area | Yang perlu dipastikan |
|---|---|
| Paspor | Berlaku minimal 6-7 bulan, nama minimal dua kata |
| Dokumen pendukung | KTP, KK, pas foto biometrik, buku nikah (bila perlu), semua sudah di tangan travel |
| Visa | Sudah diajukan lewat PPIU resmi dan sistem Nusuk, status sudah dikonfirmasi |
| Vaksin | Meningitis ACWY dan polio sudah disuntik 10-14 hari sebelum berangkat, kartu ICV sudah di tangan |
| Kesehatan | Medical check-up sudah dilakukan, obat pribadi dan resep sudah disiapkan |
| Koper | Sudah ditimbang, sisakan ruang untuk oleh-oleh, dokumen penting di tas kabin |
| Fisik | Sudah latihan jalan kaki bertahap minimal 2-4 minggu sebelum berangkat |
Mengecek keenamnya satu per satu, bukan mendadak sehari sebelum terbang, adalah cara paling sederhana untuk mengurangi risiko dokumen tertinggal atau visa belum siap. Jika ada bagian yang masih meragukan, tanyakan langsung ke travel yang memproses keberangkatan Anda — termasuk Arfa Tours bila Anda berangkat bersama kami — agar ada waktu untuk memperbaikinya sebelum hari H.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama paspor harus berlaku sebelum berangkat umrah?
Standar umum yang dipakai PPIU adalah minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan, meski sebagian sumber menyebut tujuh bulan. Jika masa berlaku paspor Anda pas-pasan, konfirmasikan langsung ke travel atau kantor imigrasi sebelum mengajukan visa.
Kapan sebaiknya vaksin meningitis untuk umrah dilakukan?
Idealnya 10 sampai 14 hari sebelum keberangkatan, agar antibodi sempat terbentuk optimal. Vaksin ini wajib untuk penerbitan visa umrah sesuai ketentuan Kementerian Haji dan Umrah RI dan Kementerian Kesehatan RI.
Berapa kilogram bagasi yang boleh dibawa saat umrah?
Batasnya berbeda-beda tergantung maskapai dan paket, umumnya berkisar 20-30 kg bagasi tercatat dan sekitar 7 kg bagasi kabin. Pastikan jumlah pasti ke travel sebelum packing agar tidak kena biaya kelebihan bagasi.
Apakah visa umrah bisa diurus sendiri tanpa travel?
Tidak. Visa umrah hanya bisa diajukan lewat sistem Nusuk oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang terdaftar resmi di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, bukan diajukan perorangan ke kedutaan.
Apa saja pemeriksaan kesehatan yang dianjurkan sebelum umrah?
Medical check-up umum mencakup tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi jantung, terutama bagi jemaah dengan riwayat hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung. Idealnya dilakukan satu sampai dua bulan sebelum berangkat.
Sumber
Bacaan lain

Mendampingi Lansia di Tanah Suci: Cuaca, Sinyal, Oleh-Oleh
Panduan praktis bagi jamaah lansia dan pendamping: mengatur jadwal ibadah saat cuaca panas, menjaga komunikasi dengan eSIM, dan memahami aturan oleh-oleh di bagasi.

Gua Hira dan Gua Tsur: Dua Situs Sejarah di Makkah
Gua Hira dan Gua Tsur adalah dua situs bersejarah di Makkah yang terkait wahyu pertama dan hijrah Nabi Muhammad, kerap diziarahi jamaah umrah dan haji.

Menabung Sesuai Musim: Merencanakan Dana Umrah dari Nol
Panduan praktis mengenali komponen biaya umrah, menyusun target menabung bulanan, dan memahami musim yang biasanya lebih hemat untuk berangkat.
