Arfa Tours Daftar Umrah

Checklist Persiapan Keberangkatan Umrah: Dokumen sampai Koper

· Persiapan keberangkatan (dokumen, paspor, visa, vaksin, koper, fisik)
Halaman depan paspor Indonesia difoto di atas latar belakang hitam
Foto: Rinto Jiang — Public domain (dokumen resmi pemerintah Indonesia) · sumber

Ada lima hal yang perlu dipastikan sebelum berangkat umrah: paspor yang masih berlaku, visa yang sudah terbit, vaksinasi yang lengkap, kondisi fisik yang layak jalan jauh, dan koper yang sudah dikemas sesuai batas bagasi. Kelima hal ini sebaiknya diurus bertahap sejak sebulan sebelum keberangkatan, sebab proses vaksinasi dan penerbitan visa umrah membutuhkan waktu, bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam sehari menjelang hari-H.

Checklist di bawah ini disusun dari pertanyaan yang paling sering muncul menjelang keberangkatan, mulai dari syarat paspor sampai isi koper. Sebagian aturan bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia maupun otoritas Arab Saudi, sehingga informasi di sini sebaiknya tetap dikonfirmasi ulang ke travel yang memberangkatkan.

Dokumen yang Wajib Disiapkan

Dokumen adalah dasar dari seluruh proses keberangkatan, karena visa umrah baru bisa diajukan setelah dokumen kependudukan dan paspor lengkap. Secara umum, calon jemaah perlu menyiapkan:

  • Paspor asli yang masih berlaku
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto terbaru dengan latar belakang putih
  • Buku nikah, bagi pasangan suami-istri yang berangkat bersama
  • Surat keterangan mahram, bagi jemaah perempuan yang diperlukan untuk kelengkapan administrasi

Dokumen-dokumen ini biasanya dikumpulkan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk diverifikasi sebelum diajukan ke sistem visa. Sebaiknya siapkan salinan fisik dan digital (foto atau hasil pindai) dari setiap dokumen, disimpan terpisah dari dokumen aslinya, sehingga tetap ada cadangan jika salinan asli tertinggal atau hilang selama perjalanan.

Paspor: Aturan yang Sering Terlewat

Dua ketentuan paspor yang paling sering membuat calon jemaah harus mengurus ulang di menit-menit akhir adalah masa berlaku dan jumlah kata pada nama. Paspor wajib berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan, dan nama yang tercantum di paspor harus terdiri dari minimal dua kata. Jemaah yang namanya hanya satu kata (misalnya "Sartono" tanpa nama belakang) perlu menambahkan nama pada paspor melalui kantor imigrasi sebelum visa bisa diproses.

Cek juga apakah data di paspor — ejaan nama, tanggal lahir, dan nomor paspor — sudah sama persis dengan data di KTP dan KK. Perbedaan kecil sekalipun bisa membuat proses visa tertunda karena data harus diperbaiki dulu di salah satu dokumen.

Visa Umrah Diurus Lewat PPIU

Visa umrah untuk jemaah Indonesia tidak diajukan sendiri-sendiri ke kedutaan, melainkan diproses secara elektronik oleh travel resmi (PPIU) yang memiliki izin dari Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Jemaah cukup melengkapi dokumen yang diminta, dan pihak travel yang menginput data ke sistem visa elektronik Arab Saudi. Proses ini bisa memakan waktu dari beberapa hari sampai beberapa minggu tergantung kelengkapan dokumen dan jadwal dari otoritas Arab Saudi, sehingga sebaiknya seluruh dokumen sudah diserahkan ke travel jauh-jauh hari.

Karena keputusan penerbitan visa sepenuhnya berada di tangan otoritas Arab Saudi, tidak ada travel mana pun — termasuk Arfa Tours — yang bisa memastikan visa pasti terbit atau menjanjikan tanggal terbit tertentu. Yang bisa dipastikan adalah kelengkapan dan kesesuaian dokumen di sisi jemaah, karena data yang tidak sesuai (nama tidak sama, foto tidak memenuhi ketentuan, atau sertifikat vaksin belum ada) adalah penyebab paling umum proses visa tertunda.

Vaksinasi: Syarat Administratif untuk Visa

Vaksinasi bukan sekadar anjuran kesehatan, melainkan syarat administratif yang menentukan bisa tidaknya visa diproses. Kementerian Kesehatan RI menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/A/1206/2025 tentang Pelaksanaan Imunisasi bagi Jemaah Haji dan Umrah pada November 2025, yang menegaskan vaksinasi meningitis meningokokus (MenACWY) sebagai syarat wajib.

Jenis VaksinMasa Berlaku SertifikatCatatan
Meningitis konjugasi kuadrivalen (MenACWY)Sekitar 5 tahunJenis yang umum direkomendasikan
Meningitis polisakaridaSekitar 2 tahunAlternatif bila vaksin konjugasi tidak tersedia
Polio (IPV)Sesuai ketentuan kesehatan yang berlakuPerlu dicek ke fasilitas kesehatan atau travel karena ketentuannya bisa berubah

Penyuntikan sebaiknya dilakukan sekitar 10-14 hari sebelum keberangkatan, agar tubuh sempat membentuk antibodi sebelum tiba di Arab Saudi. Setelah divaksin, jemaah menerima sertifikat vaksinasi internasional (ICV) yang kini juga tersedia dalam bentuk elektronik (eICV) melalui aplikasi SATUSEHAT. Sertifikat inilah yang dilampirkan saat pengajuan visa — tanpa itu, proses visa tidak bisa dilanjutkan.

Biaya vaksin meningitis di kisaran Rp400.000 hingga Rp500.000 pernah dilaporkan di sejumlah fasilitas kesehatan berdasarkan sumber yang penulis temukan, namun angka ini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke puskesmas, rumah sakit, atau klinik kesehatan haji dan umrah terdekat karena bisa berbeda antarwilayah dan berubah dari waktu ke waktu.

Pemeriksaan Kesehatan dan Persiapan Fisik

Selain vaksin, pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) sangat dianjurkan sebelum berangkat, terutama bagi jemaah yang punya riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau gangguan jantung. Pemeriksaan ini biasanya mencakup tekanan darah, kadar gula darah, dan fungsi jantung, sehingga dokter bisa menilai apakah kondisi tubuh cukup siap untuk perjalanan panjang dan ibadah yang menuntut banyak berjalan kaki.

Untuk persiapan fisik sehari-hari, beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan mulai beberapa minggu sebelum berangkat:

  • Membiasakan jalan kaki secara rutin agar kaki dan stamina terlatih untuk thawaf dan sa'i
  • Menjaga waktu tidur dan istirahat yang cukup, terutama menjelang hari keberangkatan
  • Membawa obat-obatan rutin dalam jumlah cukup, lengkap dengan resep dokter atau surat keterangan, terutama untuk jemaah dengan penyakit tertentu
  • Menyiapkan masker dan perlengkapan kesehatan pribadi mengingat cuaca dan kepadatan jemaah di area ibadah

Jemaah lanjut usia atau dengan kondisi kesehatan khusus sebaiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, dan menginformasikan kondisinya kepada pembimbing perjalanan agar bisa dipersiapkan pendampingan yang sesuai.

Menyiapkan Koper dan Barang Bawaan

Batas bagasi umumnya berkisar antara 30 hingga 32 kilogram untuk koper yang dimasukkan ke bagasi pesawat, dan sekitar 7 kilogram untuk tas kabin, namun angka pastinya tetap perlu dicek ke maskapai atau travel yang menerbangkan jemaah karena setiap maskapai bisa punya ketentuan berbeda.

KategoriBarang
Perlengkapan ibadahKain ihram atau mukena, sajadah tipis, sarung, kerudung cadangan
Pakaian harianBaju koko/gamis, kaos, celana panjang, pakaian dalam, baju tidur
Kesehatan & kebersihanObat pribadi, perlengkapan mandi ukuran travel, masker, sunblock
Dokumen & uangPaspor, sertifikat vaksin, salinan dokumen, uang tunai secukupnya
Alas kakiSatu sepatu nyaman untuk perjalanan, satu sandal ringan untuk ibadah

Beberapa tips praktis yang banyak disarankan oleh jemaah berpengalaman: gulung pakaian alih-alih melipatnya agar lebih hemat tempat dan tidak mudah kusut, pisahkan pakaian per hari dalam kantong kecil agar lebih mudah dicari, dan hindari membawa botol sabun atau skincare ukuran besar — pindahkan ke wadah kecil ukuran travel. Dokumen penting dan uang sebaiknya tidak diletakkan di koper bagasi, melainkan dibawa di tas selempang atau tas kabin yang selalu berada dalam pengawasan.

Checklist Waktu: Dari H-30 sampai H-1

Supaya tidak ada yang terlewat, berikut urutan waktu yang bisa dijadikan pegangan. Jadwal ini bersifat umum — sebaiknya disesuaikan dengan jadwal yang diberikan oleh travel karena setiap keberangkatan bisa punya tenggat berbeda.

WaktuYang Perlu Dilakukan
H-30Cek masa berlaku paspor dan kesesuaian nama, lengkapi KTP/KK/pas foto, mulai konsultasi kesehatan jika punya riwayat penyakit tertentu
H-21 sampai H-14Vaksinasi meningitis dan vaksin lain yang disyaratkan, urus dokumen pendukung visa bersama travel
H-14 sampai H-7Pantau status visa, mulai membiasakan jalan kaki rutin, siapkan daftar barang bawaan
H-7 sampai H-3Mulai packing bertahap, timbang koper, siapkan salinan dokumen fisik dan digital
H-1Cek ulang dokumen wajib (paspor, visa, sertifikat vaksin, tiket), istirahat cukup sebelum keberangkatan

Menutup Persiapan

Persiapan keberangkatan umrah pada dasarnya adalah soal ketelitian dan waktu: dokumen yang lengkap dan sesuai, vaksin yang diambil di jadwal yang tepat, fisik yang dijaga sejak jauh-jauh hari, dan koper yang dikemas tanpa terburu-buru. Sebagai PPIU berizin resmi, Arfa Tours membantu jemaah memverifikasi kelengkapan dokumen serta memandu proses vaksinasi dan visa, namun keputusan akhir penerbitan visa tetap berada di tangan otoritas Arab Saudi. Menyiapkan semuanya lebih awal memberi ruang untuk memperbaiki jika ada dokumen yang kurang, sehingga hari keberangkatan bisa dijalani dengan lebih tenang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama sebelum berangkat harus vaksin meningitis untuk umrah?

Berdasarkan aturan yang berlaku, vaksin meningitis sebaiknya disuntikkan sekitar 10-14 hari sebelum keberangkatan agar tubuh sempat membentuk antibodi. Sertifikat vaksinasi (eICV) inilah yang menjadi syarat administratif untuk pengajuan visa umrah.

Apakah paspor lama masih bisa dipakai untuk umrah?

Bisa, selama masih berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan dan nama yang tercantum terdiri dari minimal dua kata. Jika nama hanya satu kata atau masa berlaku kurang dari itu, paspor perlu diperbarui dulu di kantor imigrasi.

Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk mengurus visa umrah?

Dokumen utamanya adalah paspor asli, KTP, KK, pas foto latar putih, dan sertifikat vaksin meningitis. Bagi pasangan suami-istri ditambah buku nikah, dan bagi jemaah perempuan kadang diperlukan dokumen terkait mahram, tergantung ketentuan travel.

Berapa berat koper yang boleh dibawa saat umrah?

Umumnya sekitar 30-32 kilogram untuk koper bagasi dan 7 kilogram untuk tas kabin, tetapi angka ini bisa berbeda tergantung maskapai. Sebaiknya konfirmasi batas bagasi ke travel atau maskapai sebelum mulai packing agar tidak kena biaya kelebihan bagasi.

Siapa yang mengurus visa umrah, jemaah sendiri atau travel?

Visa umrah diproses secara elektronik oleh travel resmi berizin (PPIU), bukan diajukan sendiri oleh jemaah ke kedutaan. Jemaah hanya perlu melengkapi dokumen yang diminta; travel yang menginput data ke sistem visa Arab Saudi.

Sumber

  1. Persyaratan Umroh 2026: Dokumen, Vaksinasi, dan Pemeriksaan Kesehatan yang Wajib Dipenuhi - ANTARA News
  2. Aturan Terbaru Vaksin Meningitis untuk Umroh Tahun 2026 - Liputan6
  3. Syarat & Cara Mengurus Visa Umroh 2026 - JavaMifi
  4. Ibadah Umrah-Haji Wajib Vaksin Meningitis - Indonesia.go.id

Bacaan lain